Dari Pasuruan ke Grahadi: Perjalanan Muhammad Andrian Meraih Mimpi

harianmerahputih.id
Muhammad Andrian Saputra, anggota Paskibraka Jawa Timur 2025

MERAHPUTIH I SURABAYA - Suara riuh tepuk tangan membahana di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Di antara derap langkah seragam putih-putih, seorang remaja berwajah teduh berdiri tegak dengan dada membusung. Ia adalah Muhammad Andrian Saputra, siswa SMKN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, yang kini dipercaya menjadi bagian Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Timur 2025.

Bagi Andrian, berdiri di barisan Paskibraka tingkat provinsi ibarat mimpi yang tak pernah ia bayangkan. Lahir di Pasuruan pada 7 Februari 2008, ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Panujo Harjo, sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya, Hamdanah, membantu ekonomi keluarga dengan menjadi asisten rumah tangga.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Namun, keterbatasan bukan penghalang. “Saya tidak menyangka bisa sampai di sini. Dulu hanya di tingkat kabupaten, lalu mendapat kepercayaan ke provinsi. Seleksinya berat, banyak tahapan yang harus dilalui,” tutur Andrian dengan senyum malu-malu.

Menjadi Lebih Tinggi, Menjadi Lebih Tangguh
Cerita Andrian bukan sekadar tentang seragam putih dan barisan tegap. Perjalanan menuju Paskibraka adalah kisah tentang perubahan diri. Ia bercerita, saat baru masuk SMK, tinggi badannya hanya sekitar 160 sentimeter. Kini, tubuhnya menjulang 178,5 sentimeter.

“Dulu saya pendek. Tapi saya mulai rutin olahraga, lari, renang, dan jaga asupan kesehatan. Tubuh pun berubah. Tapi yang lebih penting adalah disiplin. Itu yang membuat saya berbeda,” katanya.

Ayah dan ibunya selalu menitipkan pesan: jangan lupa hormat pada yang lebih tua, jaga disiplin, dan jalani semua arahan dari pamong. Pesan sederhana itu kini menjadi pedoman Ardian di setiap langkah.

Mimpi ke Laut
Di balik tegap tubuhnya, Andrian menyimpan cita-cita besar: menjadi perwira TNI Angkatan Laut melalui Akademi Angkatan Laut (AAL). Laut baginya bukan sekadar hamparan biru, melainkan ruang pengabdian.

“Moto saya, tidak peduli lahir dari keluarga apapun, tapi siapapun bisa menjadi apapun. Itu yang selalu saya pegang,” ucapnya penuh keyakinan.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Pesan untuk Sesama Anak Muda
Andrian sadar, tidak semua remaja seusianya mampu menjaga langkah di tengah derasnya arus pergaulan bebas. Karena itu, ia menitipkan pesan kepada generasi muda agar tetap kuat memegang kendali atas diri sendiri.

“Teruslah jadi dirimu sendiri. Jangan ikut-ikutan lingkungan yang bebas di luar sana. Karena yang bisa mengatur dirimu hanyalah dirimu sendiri,” katanya.

Dari sebuah rumah sederhana di Pasuruan, Andrian membuktikan bahwa impian bisa tumbuh di tanah mana saja. Keringat sang ayah di bawah terik matahari, dan kerja keras sang ibu di rumah orang lain, menjadi bahan bakar semangatnya. Kini, ia berdiri gagah di barisan Paskibraka Jawa Timur sebuah langkah kecil menuju mimpi besarnya di lautan Nusantara.

Momen menjadi Paskibraka Jatim 2025 juga memberinya pengalaman berharga. Salah satunya pesan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pembubaran Paskibraka di Grahadi. Pesan itu terus ia ingat.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Bu Gubernur bilang pentingnya kebijaksanaan dalam melangkah dan berhati-hati menggunakan ekosistem digital. Pergaulan yang baik dan sikap bijak adalah bekal penting bagi generasi penerus bangsa,” kenang Ardian.

Bagi Ardian, pesan itu menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan hanya dituntut untuk kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan bijak dalam bergaul.

Meniti Jalan Panjang
Ardian kini kembali ke bangku SMK di Purwosari, Pasuruan, sambil terus menjaga disiplin yang telah ia bangun. Jalan panjang masih menantinya untuk mewujudkan cita-cita masuk AAL. Namun, dengan tekad, doa orang tua, dan pengalaman berharga sebagai Paskibraka Jawa Timur, ia percaya masa depan bisa diraih dengan kerja keras.

“Ini baru awal perjalanan,” katanya singkat.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru