Khofifah Sematkan Satyalencana untuk 300 ASN di Grahadi: “Panjenengan Adalah yang Terpilih”

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah menyeematkan Satyalencana untuk 300 ASN di Grahadi, Senin (18/8),

MERAHPUTIH I SURABAYA – Gedung Negara Grahadi kembali menjadi saksi momen bersejarah. Senin (18/8), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara langsung Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan pengakuan atas dedikasi ASN yang mengabdikan diri selama 10, 20, hingga 30 tahun di berbagai lini organisasi perangkat daerah (OPD) Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Penganugerahan ini bukan sesuatu yang datang begitu saja. Jika dalam proses usulan terjadi koreksi atau evaluasi, maka penganugerahan bisa batal. Itu artinya panjenengan yang berdiri di sini adalah orang-orang terpilih. Dan anugerah ini datang langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Khofifah dalam sambutannya, penuh penekanan.

Tidak hanya pada hari ini. Secara total, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan Satyalencana Karya Satya kepada 1.155 ASN Pemprov Jatim. Penyerahan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Rabu (13/8/2025) dan Senin (18/8/2025).

Momentum ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Bagi Khofifah, penghargaan tersebut adalah simbol penghormatan negara terhadap kerja keras ASN yang kerap bekerja dalam senyap, namun menopang jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.

“Atas nama Pemprov Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Puluhan tahun panjenengan berbakti, itu bukan hal yang ringan. Semoga terus menjadi teladan bagi ASN muda,” tambahnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Indah Wahyuni, menyampaikan bahwa jumlah ASN yang diusulkan mendapatkan Satyalencana terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu terjadi karena sistem pengusulan di Jawa Timur sudah terintegrasi langsung dengan Sekretariat Negara (Setneg).

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang sudah terhubung langsung dengan Setneg. Jadi prosesnya jauh lebih cepat, tidak berbelit, dan meminimalisir kendala administratif,” jelas Indah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses usulan tetap tidak bisa sembarangan. Ada sejumlah kriteria yang wajib dipenuhi, mulai dari masa kerja, disiplin, kinerja, hingga capaian prestasi ASN. “Inilah bentuk apresiasi negara bagi mereka yang mengabdi dengan integritas tinggi selama 10, 20, hingga 30 tahun,” lanjutnya.

Indah Wahyuni berharap, penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi para ASN untuk terus menjaga dedikasi dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Kami berharap para penerima Satyalencana tetap menjaga nama baik pribadi, nama baik institusi, dalam hal ini Pemprov Jatim, sekaligus menjaga nama bangsa. Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah,” tandasnya.

Dengan penyematan Satyalencana Karya Satya ini, ribuan ASN Jatim kini menorehkan catatan baru dalam perjalanan pengabdian mereka. Sebuah bukti bahwa dedikasi panjang dalam sunyi pun pada akhirnya akan mendapat penghormatan dari negara. (red)


 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru