MERAHPUTIH I SURABAYA – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi ditutup dengan sebuah pesta rakyat megah di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin malam (18/8). Jalan Gubernur Suryo yang biasanya padat lalu lintas berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga datang berbondong-bondong, bak tersihir oleh alunan musik, aroma kuliner gratis, dan atmosfer kebersamaan yang jarang ditemui.
Sejak petang, warga sudah berdatangan. Orang tua, remaja, hingga anak-anak bercampur dalam satu semangat merayakan kemerdekaan. Berjejer meja panjang berisi hidangan khas Jawa Timuran – mulai dari tahu campur, rawon, tahu tek, hingga rujak cingur tersaji gratis untuk siapa saja. “Mangan bareng, nyanyi bareng, iki sing jenenge pesta rakyat,” celetuk seorang pengunjung yang duduk santai sambil menyantap lontong kikil.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Panggung megah berdiri tegak di depan Grahadi. Sorot lampu warna-warni menambah semarak. Penampilan Cak Percil dengan gaya lawaknya membuka acara. Tawa pecah. Disusul lantunan Arya Galih yang memadukan nuansa tradisional dengan modern. Namun, puncak kegembiraan pecah saat grup musik dangdut koplo hip-hop asal Yogyakarta, NDX AKA, naik panggung.
Lagu-lagu mereka yang berbahasa Jawa dinyanyikan serentak oleh ribuan penonton. Dari remaja berswafoto sambil joget tipis-tipis, hingga ibu-ibu tak segan mengangkat tangan sembari ikut bergoyang. Jalan Gubernur Suryo malam itu seakan berubah menjadi ruang konser terbuka. “Iki ra konser nang stadion, iki konser merdeka!” teriak seorang pemuda di tengah kerumunan.
Di antara lautan manusia itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tampak hadir dengan wajah sumringah. Ia didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat. Dari atas panggung, Khofifah menyapa hadirin dengan doa yang mengalir hangat.
“Semoga seluruh yang hadir malam ini diberikan kesehatan lahir dan batin. Juga sehat ekonominya,” ucap Khofifah, disambut pekikan “Merdeka!” dari ribuan warga.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Tak hanya itu, Khofifah juga membacakan pantun yang dikarang Emil. Dengan gaya jenaka, ia mengajak masyarakat mengangkat kepalan tangan setiap selesai bait pantun.
“80 angka istimewa, momentum akbar bertambahnya usia. Pesta rakyat momen berbahagia, untuk meriahkan kemerdekaan Indonesia,” serunya, disambut sorakan riuh penonton.
Wagub Emil Dardak pun tak kalah antusias. Ia mengaku baru pertama kali menonton langsung konser NDX AKA. “Saya kaget, ternyata penggemarnya sebanyak ini. Sampai Mbak Arumi yang wajahnya bule saja hapal semua lagunya, tadi saya tahan-tahan jangan joget, eh ternyata ikut joget juga,” ungkap Emil sambil tersenyum.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
Bagi Emil, pesta rakyat semacam ini penting. “Masyarakat punya banyak cara merayakan kemerdekaan. Ada yang ikut upacara, ada yang jalan sehat, ada pula yang menyalurkan kegembiraannya lewat musik. Semua adalah bentuk cinta pada tanah air,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jatim memang menyiapkan pesta rakyat ini secara matang. Demi kelancaran, Dinas Perhubungan mengatur rekayasa lalu lintas serta menyiapkan kantong parkir di berbagai titik, mulai dari Simpang Dukuh, Taman Apsari, Embong Malang, hingga area Surabaya Plaza dan Tunjungan Plaza. Total, lebih dari 3.500 unit kendaraan dapat ditampung.
Gelaran pesta rakyat ini akhirnya bukan sekadar hiburan, tapi juga penegasan bahwa kemerdekaan dirayakan dengan penuh kebersamaan. Musik, tawa, doa, dan kuliner melebur menjadi satu. Malam itu, Grahadi bukan hanya saksi sejarah perjuangan, melainkan juga saksi kegembiraan rakyat yang merayakan usia ke-80 Indonesia dengan semangat persatuan.
Pesta rakyat yang menampilkan grup musik NDX AKA memang sukses mengundang lautan manusia. Jalan Gubernur Suryo penuh sesak, namun taman pun tak luput dari pijakan ribuan penonton. Akibatnya, sejumlah tanaman rusak parah. (red)
Editor : Redaksi