MERAHPUTIH I SUMENEP - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kabupaten Sumenep pada Sabtu (23/8). Di Pendopo Agung Keraton, ia menghadiri pasar murah yang digelar Pemprov Jatim bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Agenda ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi di daerah.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya mengawal harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau. Ia mengingatkan, ketersediaan stok saja tidak cukup tanpa distribusi yang lancar.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Pastikan banyak turun ke pasar hari-hari ini. Beras SPHP memang tersedia, tapi distribusinya belum maksimal. Kalau distribusi terhambat, otomatis daya beli masyarakat terganggu,” ujar Khofifah.
Pesan itu tidak berhenti pada isu pangan. Gubernur juga menyinggung pola konsumsi masyarakat, khususnya penggunaan bantuan sosial. Ia berpesan agar dana bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, bukan justru tergerus praktik judi online yang kini marak menjerat masyarakat kecil.
“Saya selalu berpesan, bantuan sosial jangan dipakai untuk judi online. Gunakanlah untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak,” tegasnya.
Kunjungan Khofifah kali ini bertepatan dengan meningkatnya kasus campak di Kabupaten Sumenep, yang bahkan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah anak akibat penyakit tersebut.
“Insya Allah anak-anak yang wafat dalam usia belia itu suci, menjadi penolong bagi orang tuanya kelak. Namun, kita harus memastikan imunisasi serentak tanggal 25 Agustus berjalan maksimal agar anak-anak sehat, cerdas, dan terlindungi,” ucap Khofifah dengan nada prihatin.
Seruan itu menjadi penekanan penting, mengingat wabah penyakit anak-anak kini menjadi tantangan serius bagi daerah.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyambut hangat kehadiran Khofifah. Menurutnya, kunjungan ini memberi energi baru bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan lintas sektor.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Dengan dukungan penuh dari Pemprov Jatim, kami terus berupaya mengoptimalkan potensi Sumenep di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, hingga kebudayaan,” kata Imam Hasyim.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi persoalan kesehatan, khususnya lonjakan kasus campak.
“Kami berterima kasih atas atensi Ibu Gubernur. Dengan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, langkah pengendalian bisa lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Selain kesehatan, Imam Hasyim mengurai capaian pembangunan sosial. Ia menyoroti tren penurunan angka kemiskinan di Sumenep yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.
“Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 20,18 persen pada 2021 menjadi 17,78 persen di 2024. Bahkan periode 2022–2024, penurunannya terbaik di Jawa Timur dengan 2,4 persen. Semua berkat kombinasi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
Dalam kegiatan pasar murah itu, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Beras premium dilepas Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, minyak goreng merek Minyakita Rp13.000/liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, bawang putih Rp6.000/250 gram, dan bawang merah Rp7.000/250 gram.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Menurut Khofifah, skema pasar murah ini diharapkan bisa menekan gejolak harga sekaligus membantu masyarakat kecil agar daya beli tetap terjaga.
“Melalui pasar murah, kami ingin meringankan beban masyarakat. Harapannya daya beli tetap stabil di tengah dinamika harga pangan,” pungkasnya.
Kehadiran Gubernur Jatim di Sumenep memperlihatkan dua wajah kebijakan publik sekaligus: satu sisi pemerintah berupaya mengendalikan inflasi melalui pasar murah, di sisi lain dihadapkan pada persoalan mendesak berupa KLB campak yang menelan korban jiwa. (dpr)
Editor : Redaksi