MERAHPUTIH I SEMARANG – Di tengah dinamika harga pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penurunan harga beras yang terjadi belakangan ini tidak akan memengaruhi kesejahteraan petani. Kepastian tersebut disampaikan Amran saat kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8).
Amran menekankan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. “Tugas pemerintah memang tidak mudah, harus memastikan petani tetap sejahtera sementara konsumen juga bahagia. Karena itu, harga pembelian gabah di tingkat petani dijaga minimal Rp6.500 per kilogram,” kata Amran.
Baca juga: Jatim Gelar 828 Titik Gerakan Pangan Murah, Khofifah Pastikan Harga Stabil
Menurutnya, strategi menjaga harga dasar gabah menjadi benteng penting agar petani tidak merugi, meski harga beras di pasaran cenderung menurun. Amran menambahkan, cadangan beras nasional dalam kondisi aman bahkan tertinggi sepanjang beberapa tahun terakhir.
“Stok kita saat ini cukup besar, bahkan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kondisi ini membuat harga beras lebih rendah, tapi petani tetap terlindungi,” tegasnya.
Baca juga: Surabaya Jadi Contoh Nasional, Menteri Pertanian Apresiasi GPM Serentak di Jatim
Lebih jauh, Amran menyebut Indonesia justru berada di posisi lebih baik dibanding negara lain yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan beras. “Kita tidak impor, padahal banyak negara saat ini sedang kesulitan. Pemerintah sudah bekerja keras hingga mampu setop impor dalam waktu singkat,” ujarnya.
Ia mengakui adanya kontraksi harga di pasar beberapa pekan terakhir. Namun, menurutnya hal itu langsung diantisipasi melalui berbagai langkah, mulai dari operasi pasar, distribusi beras Bulog, hingga pengawasan stok di lapangan. “Dalam dua sampai tiga minggu ke depan harga beras akan terus menurun secara bertahap. Operasi pasar masih akan digencarkan hingga Desember 2025 karena stok sangat melimpah,” tutur Amran.
Baca juga: Mentan Klaim Stok Beras Aman, Gubernur Jatim Ungkap Distribusi Macet di Pasar
Kementan, sambung Amran, akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, serta pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar. “Masyarakat diminta tetap tenang dan bersabar. Persediaan kita lebih dari cukup untuk menghadapi kebutuhan hingga akhir tahun,” katanya.
Dengan kondisi itu, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat menjaga daya beli masyarakat, sekaligus melindungi pendapatan petani. “Kuncinya ada pada sinergi, pemerintah pusat dan daerah, petani, serta seluruh pemangku kepentingan. Kita jaga bersama kondisi baik ini,” pungkas Amran. (red)
Editor : Redaksi