Drama Dua Penalti Gagal, PERSIB Pulang dari Bantul dengan Satu Poin

harianmerahputih.id
Penyerang PERSIB, Ramon "Tanque" De Andrade Souza berupaya menjangkau bola pada pertandingan pekan ketiga Super League 2025/26 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu, 24 Agustus 2025 (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana) persib

MERAHPUTIH I BANTUL – Laga PSIM Yogyakarta kontra PERSIB Bandung di Stadion Sultan Agung, Minggu (24/8/2025), berubah menjadi drama penuh ketegangan. Dua kali penalti gagal dikonversi menjadi gol, termasuk di detik-detik akhir pertandingan, membuat duel sarat gengsi ini berakhir dengan skor imbang 1-1.

PSIM sempat membuka keunggulan lewat titik putih melalui eksekusi Ze Valente pada menit ke-64. Namun, harapan kemenangan Laskar Mataram pupus setelah Patricio Matricardi menyelamatkan wajah Pangeran Biru dengan tandukan maut di masa injury time menit 90+5.

Baca juga: PERSIB Hadapi Tembok Tinggi Madura United di Pamelingan, Hodak Minta Tim Bangkit Usai Kekalahan di Singapura

Sejak awal, atmosfer pertandingan sudah menegangkan. PERSIB tampil dengan susunan pemain inti, di bawah mistar ada Teja Paku Alam, sementara lini belakang dijaga kombinasi Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Frans Putros. Di sektor tengah, pelatih Bojan Hodak menurunkan trio Marc Klok, Luciano Guaycochea, serta Adam Alis, dengan dukungan sayap Saddil Ramdani dan Febri Hariyadi untuk menopang striker tunggal, Uilliam Barros.

Babak pertama berjalan ketat. Meski PERSIB mendominasi penguasaan bola, peluang emas belum mampu mereka hasilkan. PSIM yang bermain lebih sabar justru beberapa kali membahayakan, lewat pergerakan Nermin Haljeta di lini depan. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis. Tempo meningkat, adu serangan terjadi silih berganti. Namun, drama sesungguhnya dimulai pada menit ke-58 ketika Haljeta terjatuh di kotak terlarang setelah kontak dengan Julio Cesar. Wasit Axel Febrian Sinaga sempat meninjau VAR sebelum menunjuk titik putih. Julio diganjar kartu kuning, dan Valente sukses mengeksekusi penalti, membuat PSIM unggul 1-0.

Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”

Ketinggalan membuat PERSIB panik. Hodak segera merombak komposisi, memasukkan Ramon “Tanque” De Andrade Souza dan Rezaldi Hehanussa. Upaya itu membuahkan penalti di menit ke-70 setelah Reva Adi Utama kedapatan handsball. Sayangnya, eksekusi Uilliam Barros gagal, bola dimentahkan Cahya Supriadi.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan PERSIB. Souza, Barros, hingga Rezaldi bergantian mencoba menembus lini belakang PSIM. Namun, penyelesaian akhir masih jauh dari sempurna. Hingga akhirnya di menit 90+5, sebuah umpan lambung dari Tanque dituntaskan Matricardi dengan sundulan terarah. Gol penyama 1-1 itu membuat ribuan Bobotoh yang hadir bersorak lega.

Drama belum usai. Pada menit 90+10, VAR kembali jadi sorotan setelah Frans Putros dilanggar Reva Adi di dalam kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih untuk kedua kalinya bagi PERSIB. Kali ini Marc Klok maju sebagai eksekutor. Namun, lagi-lagi Cahya tampil sebagai pahlawan PSIM dengan menepis tendangan Klok pada menit 90+17.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 1-1 menutup duel panas penuh emosi itu. PSIM boleh bangga mampu menahan salah satu tim raksasa Liga 1, sementara PERSIB harus menelan pil pahit gagal membawa pulang poin penuh meski mendapat dua hadiah penalti.

Bagi Pangeran Biru, hasil ini jelas menyisakan pekerjaan rumah besar. Mental pemain dalam situasi krusial, plus ketajaman lini depan, masih jadi masalah yang harus segera dibenahi jika ingin tetap berada di jalur persaingan papan atas. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru