MERAHPUTIH I BANDUNG – Regulasi kewajiban klub Liga 1 untuk memainkan pemain berusia di bawah 23 tahun sejatinya bisa menjadi “jalan pintas” bagi para pesepakbola muda agar mendapatkan menit bermain. Namun, hal itu justru tidak membuat Zulkifli Lukmansyah terlena. Bek muda PERSIB Bandung itu menegaskan dirinya ingin dipercaya pelatih bukan karena regulasi, melainkan karena kualitas yang ia tunjukkan di lapangan.
Zulkifli menuturkan, ia menjadikan dua sosok seniornya, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, sebagai cermin. Keduanya merupakan jebolan Akademi PERSIB yang sukses menembus tim utama, bahkan mendapat kesempatan tampil bukan sekadar karena aturan U-23.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
“Saya harus bisa bersaing karena masih ada Bang Kakang (Rudianto), Bang Robi (Darwis), dan yang lainnya juga. Jadi, saya harus tetap menunjukkan yang terbaik,” ujar Zulkifli.
Meski menyadari regulasi itu menguntungkan, Zulkifli memilih menyiapkan mental agar siap menghadapi persaingan yang semakin ketat. Baginya, mengenakan jersey PERSIB bukan perkara mudah. Selain harus berhadapan dengan legiun asing yang sarat pengalaman, ia juga bersaing dengan para pemain bintang dalam negeri seperti Beckham Putra Nugraha hingga Febri Hariyadi.
Situasi ini bukannya membuatnya gentar, melainkan justru menjadi energi tambahan.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
“Tentunya situasi ini harus membuat saya termotivasi. Mereka juga banyak ilmu, saya harus ambil ilmu juga dari mereka, dan bekerja keras, bersaing sehat,” kata pemain muda tersebut.
Kehadiran nama-nama besar di skuad Maung Bandung justru dianggap Zulkifli sebagai “sekolah lapangan” yang bisa memperkaya pengalamannya. Ia sadar betul bahwa kualitas tidak datang dengan instan, melainkan hasil dari jam terbang, latihan konsisten, dan keberanian untuk terus bersaing.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Dengan sikap rendah hati namun penuh determinasi, Zulkifli menunjukkan karakter yang menjadi modal penting bagi pemain muda: kesadaran bahwa kesempatan tidak boleh hanya bergantung pada aturan, melainkan harus diraih melalui pembuktian diri.
PERSIB sendiri memang dikenal sebagai salah satu klub yang berani memberi ruang bagi pemain binaan akademi. Namun, dengan atmosfer kompetisi yang tinggi di Liga 1, hanya mereka yang benar-benar siap secara mental dan fisik yang bisa bertahan. Zulkifli pun paham betul, jalan menuju pemain inti bukanlah jalur regulasi, melainkan jalur prestasi. (red)
Editor : Redaksi