MERAHPUTIH I SURABAYA – Masjid di mata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla bukan hanya ruang sujud. Lebih dari itu, masjid disebutnya sebagai pusat denyut kehidupan umat, tempat dakwah, pendidikan, persatuan, bahkan pemberdayaan ekonomi.
Pesan itu ditegaskan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut saat melantik Pengurus Wilayah (PW) DMI Jawa Timur periode 2025–2030 di Surabaya, Sabtu (6/9).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Rasulullah SAW sejak muda berdagang, maka dakwah pun tak pernah lepas dari urusan muamalah. Begitu pula masjid, harus berfungsi luas, memberi manfaat ekonomi sekaligus membangun peradaban,” tutur JK dalam pidatonya.
JK mengingatkan, pengurus DMI bukan sekadar pengelola organisasi, tetapi pemikul amanah besar. Tugas mereka adalah mengorkestrasi fungsi ribuan masjid agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Ia menyinggung dua rukun Islam, zakat dan haji yang erat kaitannya dengan kemampuan ekonomi. “Artinya, meningkatkan kesejahteraan umat adalah bagian dari memakmurkan masjid,” tambahnya.
Pelantikan PW DMI Jatim berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai tokoh lintas lembaga. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, mantan Gubernur Imam Utomo, serta perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan para ulama besar, turut memberi warna dalam acara ini.
Di antara ulama yang hadir adalah KH Dr Asep Saifuddin Halim dan Prof KH Abdul Hakim Subchan. Kehadiran mereka menandakan sinergi luas DMI dengan berbagai elemen umat.
Dalam sambutannya, Emil Dardak menekankan komitmen Pemprov Jatim untuk bersinergi dengan DMI. Menurutnya, keberadaan masjid adalah amal jariyah yang memberi dampak lintas generasi.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Nilainya mungkin kecil, tapi keberkahannya besar. Masjid adalah pusat peradaban yang harus dijaga bersama,” kata Emil.
Ia mengungkapkan, sejak 2019 pemerintah provinsi telah memberikan tunjangan kehormatan kepada sekitar 80.000 imam dari total 53.500 masjid yang tersebar di seluruh Jatim.
Ketua PW DMI Jatim terpilih, Dr KH Sudjak, menegaskan pelantikan bukan seremoni belaka. Menurutnya, amanah yang diemban adalah misi besar memakmurkan masjid secara nyata.
“Memakmurkan masjid bukan sekadar menghidupkan aktivitasnya, tetapi menjadikannya pusat kemaslahatan umat. Dari masjid, kita bangun kekuatan umat,” ujarnya lantang.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Sudjak menyebut, kepengurusan periode 2025–2030 menggerakkan 12 departemen dengan tiga program unggulan. Pertama, Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) untuk memastikan kesejahteraan imam. Kedua, Masjid Award sebagai apresiasi masjid berprestasi. Ketiga, Halal Center DMI yang mendukung gerakan sertifikasi halal di Jawa Timur.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah As-Syeikh Prof Muhammad Fadhil Al-Jailani, cicit ulama besar dunia Syaikh Abdul Qadir Jaelani. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan Kitab Nahrul Qadiriyah, hasil penelitian puluhan tahun atas karya leluhurnya.
Kehadiran Prof Fadhil menambah khazanah spiritual dalam acara yang sejak awal sarat makna tersebut. Bukan hanya pelantikan organisasi, tetapi momentum penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban umat. (red)
Editor : Redaksi