MERAH PUTIH | Surabaya - Sebanyak 311 orang di Kota Surabaya teridentifikasi positif COVID-19, Kamis (21/5). Jumlah tersebut melonjak drastis dari sehari sebelumnya yang berada di angka 87 orang. Banyak kalangan menilai, meroketnya jumlah kasus positif di kota pahlawan ini berkaitan erat dengan penerapan PSBB yang tidak tegas. Namun demikian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini punya alasan sendiri.
Wali Kota Risma mengungkapkan, ekstrimnya peningkatan jumlah kasus positif corona ini disebabkan lantaran Pemkot Surabaya gencar melakukan rapid test, dalam beberapa pekan terakhir. Dari seluruh 311 orang itu, 48 orang di antaranya merupakan orang dengan risiko (ODR).
Baca juga: Presiden Jokowi Umumkan Pencabutan Kebijakan PPKM
"Saya paham kalau Bapak dan Ibu sekalian terjekut. Tapi, saya ingin menyampaikan, kalau kenaikkan jumlah itu karena kita (pemkot) gencar rapid test. Kalau reaktif, segera diikuti dengan tes swab," cetus Wali Kota Risma seusai rakor Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya bersama jajaran kepolisian dan TNI, Jumat (22/5).
Baca juga: Presiden Jokowi: Pencabutan PSBB dan PPKM Tunggu Kajian
Dalam agenda itu, Wali Kota Risma juga mengungkapkan sederet strategi dalam memutus mata rantai COVID-19. Salah satu upaya yang sedang berlangsung saat ini adalah rapid test dan swab massal di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan yang terdapat warga positif COVID-19. (lip/rga)
Editor : Rangga Putra