Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Menko Polkam Ad Interim Usai Prabowo Copot Budi Gunawan

harianmerahputih.id
Sjafrie Sjamsoeddin

MERAHPUTIH I JAKARTA – Konstelasi politik di Kabinet Merah Putih kembali mengalami pergeseran signifikan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai Senin, 8 September 2025, bersamaan dengan pemberhentian Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam.

Kabar penunjukan ini tertuang dalam surat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bernomor B-10/M/D-3/AN.00.03/09/2025 bertanggal 8 September 2025. Dalam surat yang tembusannya diterima awak media pada Selasa (9/9), disebutkan Presiden Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai Menko Polkam ad interim hingga pejabat definitif ditetapkan.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

“Yang terhormat Menteri Pertahanan di Jakarta, melaksanakan arahan Bapak Presiden dengan hormat kami beritahukan bahwa Bapak Presiden berkenan menunjuk Menteri Pertahanan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Ad Interim sampai dengan diangkatnya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang baru,” tulis Prasetyo Hadi dalam surat tersebut.

Sjafrie, yang sejak 2019 menduduki kursi Menteri Pertahanan, langsung tancap gas di hari pertama. Saat menggelar jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa sore, ia mengaku baru saja menerima surat penugasan resmi.

“Ini hari pertama saya masuk di Kantor Menko Polkam, dan ini juga hari pertama saya memberikan arahan. Sebelumnya, saya baru saja menerima surat penugasan sebagai Menko Polkam,” ujar Sjafrie di hadapan wartawan.

Dengan rangkap jabatan ini, Sjafrie akan memegang dua portofolio strategis sekaligus: pertahanan dan koordinasi politik-keamanan nasional.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia, Simbol Persahabatan Jakarta–Abu Dhabi

Pergeseran di kursi Menko Polkam merupakan bagian dari reshuffle jilid II Kabinet Merah Putih. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025, Prabowo memberhentikan Budi Gunawan secara resmi sejak 8 September 2025. Selain Budi, Presiden juga mencopot Ario Bimo Nandito Ariotedjo dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Namun reshuffle kali ini tidak sekadar mencopot, melainkan juga melahirkan wajah-wajah baru di kabinet. Presiden Prabowo melantik:

-Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
-Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI menggantikan Abdul Kadir Karding.
-Ferry Joko Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.
-Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah.
-Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Menariknya, posisi Menteri Haji dan Umrah merupakan nomenklatur baru hasil transformasi Badan Penyelenggara Haji (BPH). Keberadaan kementerian ini menjadi penanda adanya fokus khusus pemerintah dalam pengelolaan penyelenggaraan haji dan umrah yang selama ini menjadi perhatian publik.

Baca juga: Prabowo Dorong Lompatan Pendidikan Lewat Digitalisasi, Targetkan Satu Juta Panel Terpasang Tahun Depan

Meski Sjafrie dipercaya sebagai Menko Polkam ad interim, publik kini menunggu langkah Presiden berikutnya: siapa sosok yang akan dipilih secara definitif mengisi jabatan strategis ini. Posisi Menko Polkam kerap disebut sebagai “palang pintu” koordinasi isu pertahanan, keamanan, dan politik dalam negeri.

Dengan rangkap jabatan yang kini diemban Sjafrie, dinamika politik di lingkaran Istana Merdeka dipastikan kian menarik. Keputusan Prabowo jelas menandai upaya konsolidasi politik sekaligus penyegaran kabinet di tahun pertamanya memimpin pemerintahan.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru