Jumlah Korban Bus Maut Rombongan Nakes Jember Bertambah Jadi Delapan Jiwa

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I PROBOLINGGO – Tragedi kecelakaan bus pariwisata di jalur Raya Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kembali meninggalkan kabar duka mendalam. Data terbaru mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat insiden maut tersebut bertambah menjadi delapan orang.

Kepastian itu disampaikan petugas Kamar Jenazah RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo, Wasis. Menurutnya, tambahan dua korban jiwa baru tercatat pada Minggu (14/9). “Betul, sekarang ada delapan korban yang meninggal. Satu di antaranya masih belum teridentifikasi secara lengkap,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Polisi Beber Fakta Baru, Bus RSBS Jember Tabrak Tebing Tanpa Jejak Pengereman

Rombongan bus nahas tersebut diketahui mengangkut tenaga kesehatan (nakes) dari RS Bina Sehat Jember yang baru saja pulang berwisata dari kawasan Gunung Bromo. Mereka menempuh perjalanan pulang ke Jember melewati jalur utama Probolinggo.

Kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, bus pariwisata Inds88Trans bernopol P 7221 UG berwarna merah-hitam itu terlihat melaju tidak stabil. Beberapa warga menduga kendaraan besar tersebut mengalami rem blong saat menuruni jalur menanjak dan berkelok di kawasan Lumbang.

Baca juga: Gubernur Khofifah Besuk Korban Kecelakaan di Jember, Serahkan Santunan

“Bus itu sempat oleng, jalannya tidak beraturan. Lalu tiba-tiba meluncur deras ke arah seberang jalan dan menabrak jembatan selokan dan rumah warga,” tutur Supriyadi, salah seorang saksi mata.

Benturan keras menyebabkan bagian depan bus ringsek parah. Kabin sopir hancur, kaca-kaca pecah berhamburan, dan sisi kanan bodi bus remuk hingga sulit dikenali bentuk aslinya. Sementara itu, suara jeritan penumpang menambah suasana mencekam di lokasi kejadian.

Baca juga: Gubernur Khofifah Takziah, Serahkan Santunan dan Dorong Evaluasi Jalur Rawan di Probolinggo

Kasus ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata di Jawa Timur. Jalur menuju dan dari kawasan Gunung Bromo dikenal memiliki medan cukup berisiko, dengan tanjakan dan turunan curam. Dugaan awal rem blong kembali menjadi faktor yang paling sering memicu kecelakaan di jalur ini.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru