Gus Yasin Dorong Hilirisasi Riset Kampus Lewat Kerja Sama Industri

harianmerahputih.id
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Workshop Hilirisasi Paten di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Kamis (18/9)

MERAHPUTIH I SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa hasil riset perguruan tinggi tak boleh berhenti di ruang laboratorium. Menurutnya, inovasi kampus justru harus mendapat jalan menuju hilirisasi agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Workshop Hilirisasi Paten di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Kamis (18/9). Ia menekankan perlunya kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Baca juga: ASN Diminta Jadi Garda Terdepan Pembangunan, Gubernur Luthfi Ingatkan Korpri Perkuat Layanan Publik

“Produk riset yang dihasilkan kampus akan lebih bermanfaat jika dikembangkan bersama industri. Contohnya produk herbal dari Unwahas, kini sudah masuk tahap pengembangan dengan industri farmasi,” ujar putra ulama kharismatik Maimoen Zubair itu.

Lebih lanjut, Gus Yasin mendorong perguruan tinggi aktif melaporkan daftar produk yang sudah dipatenkan. Data tersebut, kata dia, bisa disinkronkan dengan katalog elektronik (e-katalog) milik Pemprov Jateng. Dengan begitu, produk kampus berpeluang masuk dalam sistem pengadaan pemerintah.

“Jika sudah masuk e-katalog, pemerintah bisa melakukan pengadaan barang dari hasil riset kampus. Manfaatnya tentu akan lebih luas, tidak hanya di dunia akademik,” imbuhnya.

Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama

Ia juga menyinggung program pemerintah pusat yang tengah giat mendorong penggunaan produk dalam negeri pada belanja barang dan jasa. “Peluang ini jangan dilewatkan. Perguruan tinggi harus mampu menangkap momentum,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unwahas Helmy Purwanto mengungkapkan, kampusnya telah menghasilkan banyak paten, terutama di bidang kesehatan. Produk-produk tersebut meliputi obat herbal, bahan kosmetik berbasis tanaman, hingga teknologi alat kesehatan.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

“Kami punya unggulan di kedokteran dan farmasi berbasis bahan alam. Ada herbal untuk kesehatan, hingga kosmetik dari bahan alami. Semua itu sudah masuk jalur paten,” tutur Helmy.

Dengan dorongan pemerintah daerah dan dukungan industri, ia optimistis produk inovasi kampus akan semakin dikenal sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru