174.858 Siswa SMA di Jatim Siap Adu Prestasi dalam SMA Award 2025

harianmerahputih.id
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur,

MERAHPUTIH I SURABAYA – Panggung prestasi pelajar Jawa Timur kembali dibentangkan. Sebanyak 174.858 siswa SMA negeri dan swasta akan ambil bagian dalam SMA Award 2025, ajang tahunan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Angka ini melonjak drastis dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 36.232 peserta.

“SMA Awards 2025 bukan sekadar kompetisi. Ini ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitas mereka. Dari sini akan lahir generasi percaya diri dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, di Surabaya, Senin (22/9).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Tahun ini, SMA Award menghadirkan 25 kategori lomba dengan tambahan lima kategori khusus, termasuk School Food Care (SFC), perpustakaan, dan toilet bersih. Puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung 23 Oktober 2025 dengan penyerahan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Salah satu terobosan yang dihadirkan tahun ini adalah School Food Care (SFC). Program ini menekankan pentingnya perhatian sekolah terhadap gizi, kesehatan, serta kebersihan lingkungan.

“Tujuan kami bukan hanya kompetisi. SFC didesain agar sekolah menjadi laboratorium alam, wisata edukasi, dan tempat pembelajaran outdoor. Sekolah juga didorong menjadi ruang entrepreneurship sekaligus pusat tumbuh kembang anak,” jelas Suhartatik, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jatim.

Beberapa sekolah yang sudah lebih dulu menjalankan program ini antara lain SMAN 2 Ngawi, SMAN 3 Batuan Sumenep, SMAN 1 Tanggul Jember, SMAN 1 Dampit Malang, SMAN 12 Surabaya, SMAN 1 Pandaan Pasuruan, SMA 1 Karangan Trenggalek, SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi, dan SMAN 2 Lamongan.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Selain mengasah keterampilan akademik, SMA Award 2025 juga menumbuhkan budaya kompetitif sehat di kalangan siswa. Ajang ini sekaligus menjadi refleksi penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah Jatim.

“Kami ingin SMA Award ini menjadi ruang apresiasi, bukan tekanan. Siswa harus merasa bahwa prestasi bisa tumbuh dari keberanian berkreasi dan inovasi,” tambah Aries.

Jumlah peserta yang membengkak hingga hampir lima kali lipat dibanding tahun lalu menjadi bukti bahwa SMA Award kini telah menjelma sebagai ajang pendidikan paling prestisius di Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Dengan ribuan pelajar yang siap berlaga, SMA Award 2025 dipandang bukan hanya sebagai kompetisi tahunan, tetapi barometer kemajuan pendidikan dan kualitas generasi muda Jawa Timur.

“Semakin banyak siswa ikut, semakin luas pula efek positifnya. Dari sekolah di kota besar hingga pelosok desa, semua punya kesempatan unjuk gigi,” pungkas Suhartatik.

Ajang ini diproyeksikan tak hanya melahirkan juara, tapi juga membangun karakter pelajar tangguh yang siap membawa nama Jawa Timur di kancah nasional maupun global.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru