MERAHPUTIH I SURABAYA – Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sukses mengendalikan inflasi hingga mencatat deflasi 0,07 persen. Hal itu disampaikan saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Jawa Timur di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/9).
Dalam kegiatan yang menggandeng Bulog dan Pemprov Jatim tersebut, Pemkot Surabaya menyalurkan 10 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta kebutuhan pokok lain seperti telur, minyak, gula, cabai, dan bawang.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sisir Jalan Dharmawangsa–Semarang: Trotoar Dibersihkan, Parkir Liar Ditertibkan
“Pak Wali Kota Eri Cahyadi luar biasa. Surabaya bisa deflasi 0,07 persen, ini harus ditiru daerah lain,” tegas Menteri Amran.
Ia juga mengingatkan agar harga beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kami lakukan pengecekan terus. Jangan menjual beras di atas HET. Terima kasih,” ujarnya.
Baca juga: Untag Surabaya Mantapkan Langkah Global, Gandeng UTHM Malaysia Perkuat Riset dan Akademik
Amran menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberi mandat agar dirinya turun langsung memastikan ketersediaan pangan hingga akhir tahun. Pada kesempatan itu, ia juga melepas 2.400 ton beras SPHP untuk operasi pasar di Jawa Timur. “Ini bukan sekali jalan, kami minta Bulog buka 24 jam. Stok nasional saat ini 1,3 juta ton, ditambah 1 juta ton lagi untuk operasi pasar,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut GPM di Taman 10 Nopember merupakan kolaborasi bersama Bulog dan Pemprov Jatim. “Beras yang disiapkan 10 ton, selain itu ada telur 100 kilogram, gula 1 ton, minyak 700 liter, cabai dan bawang masing-masing 200 kilogram,” paparnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Antiek menilai GPM berkontribusi signifikan terhadap kondisi deflasi Surabaya. “Komoditas beras tidak masuk dalam 10 besar penyumbang inflasi. Intervensi pasar melalui GPM terbukti efektif,” ungkapnya.
Pemkot Surabaya memastikan kegiatan pangan murah dan pasar murah akan terus digelar rutin sebagai strategi menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat.(red)
Editor : Redaksi