Sentuh 107 Titik, Gubernur Khofifah Turun Langsung Bagikan Beras

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan langsung beras lima kilogram kepada warga kurang mampu.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Program pasar murah yang digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berlanjut dan kian mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kamis sore (25/9), giliran kawasan Margorejo Surabaya menjadi lokasi penyelenggaraan pasar murah ke-107 yang dihelat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim. Bertempat di Wisma Transito, ratusan warga, mayoritas kaum ibu, memadati arena sejak siang demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Seperti pada pelaksanaan sebelumnya, sistem pembelian diberlakukan secara ketat agar adil dan merata. Setiap pengunjung hanya diperbolehkan membawa pulang satu jenis komoditas, misalnya beras satu kantong, gula satu kantong, atau minyak goreng dalam jumlah terbatas. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan semua warga memiliki kesempatan yang sama menikmati manfaat dari program subsidi harga tersebut.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

“Antusiasme warga sangat tinggi. Kami menyiapkan stok yang cukup, namun tetap ada pembatasan supaya merata. Prinsipnya, pasar murah ini hadir untuk meringankan beban belanja masyarakat,” jelas salah satu panitia penyelenggara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Kehadirannya disambut meriah oleh warga yang sejak lama menantikan kesempatan berbelanja sembako dengan harga ramah di kantong. Tidak hanya itu, Khofifah kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan langsung beras lima kilogram kepada warga kurang mampu.

Menurut Khofifah, pasar murah bukan sekadar upaya stabilisasi harga, tetapi juga wujud hadirnya pemerintah di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, apalagi di tengah fluktuasi harga pangan. Program ini adalah salah satu cara konkret Pemprov Jatim untuk menjaga daya beli,” ujarnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Program pasar murah yang sudah berjalan sejak awal tahun 2025 ini kini telah menyentuh 107 titik di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur. Pemprov menargetkan kegiatan serupa akan terus digulirkan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan gejolak harga.

Warga yang hadir mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. “Kalau beli beras di pasar harganya lebih tinggi. Di sini bisa lebih hemat. Apalagi ada pembagian beras dari Bu Gubernur, kami sangat bersyukur,” kata Murtiningsih, salah satu warga Margorejo.

Pasar murah Pemprov Jatim terbukti tidak hanya menjadi sarana distribusi pangan murah, tetapi juga ruang interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keberlanjutan program ini, harapan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga di Jatim semakin kuat.(red) 

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru