MERAHPUTIH I BANDUNG — Belum sempat menuntaskan euforia kemenangan atas Bangkok United di Stadion Pathum Thani, Thailand, Rabu (1/10/2025), ruang ganti PERSIB Bandung langsung diselimuti nuansa haru. Lima penggawa andalan mereka Beckham Putra Nugraha, Marc Klok, Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Frans Putros berpamitan. Bukan karena cedera atau transfer mendadak, melainkan panggilan tugas negara yang tak bisa ditolak.
Mereka akan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, memperkuat tim nasional di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, pekan depan. Empat nama di antaranya Beckham, Klok, Reijnders, dan Haye akan membela Timnas Indonesia, sementara Frans Putros akan kembali ke kamp latihan Timnas Irak.
Yang menarik, dua negara tempat para pemain ini berjuang Indonesia dan Irak justru berada di grup yang sama bersama sang tuan rumah Arab Saudi. Sebuah kebetulan yang menambah bumbu emosional di tengah padatnya jadwal klub dan negara.
Usai laga kontra Bangkok United, empat pemain Garuda langsung terbang menuju Jeddah pada malam hari. Tak ada waktu banyak untuk istirahat, apalagi melepas penat. Di sisi lain, Putros masih menjalani pemusatan latihan bersama skuad Irak sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Kondisi fisik yang menuntut daya tahan ekstra ini tak membuat semangat Beckham luntur. Pemain muda yang akrab disapa Beckham ini justru mengaku kian bersemangat.
“Saya harus jaga kondisi. Jadwal perjalanan cukup padat. Waktu sama istri dan keluarga juga tidak banyak. Tapi yang terpenting saya sehat, tidak cedera, dan di Timnas bisa mencetak sejarah lolos ke Piala Dunia nanti,” ujar pemain bernomor punggung 7 itu dengan nada optimistis.
Beckham sadar, panggilan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan langka untuk menulis sejarah baru sepak bola Indonesia: menembus putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Berdasarkan jadwal resmi, Timnas Indonesia akan memulai perjuangan dengan menghadapi Arab Saudi di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, pada 8 Oktober 2025. Tiga hari berselang, giliran Irak yang menanti di tempat yang sama.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
Laga beruntun dengan intensitas tinggi ini akan menjadi ujian sejati bagi mental dan stamina anak asuh Shin Tae-yong. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah dua kekuatan besar Asia yang sarat pengalaman di level internasional.
Meski demikian, Beckham enggan tunduk sebelum bertarung.
“Persaingan memang sangat sulit, tapi yang terpenting mental. Setiap ada kesempatan harus dimanfaatkan. Siapa tahu ini jadi momentum besar buat kami,” tegasnya.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, tampak memahami situasi tersebut. Bagi klub, kehilangan lima pemain inti tentu bukan perkara ringan, apalagi di tengah jadwal kompetisi yang padat. Namun, Hodak menyadari, panggilan negara adalah kehormatan yang tak bisa diganggu gugat.
Manajemen Maung Bandung pun memberi dukungan penuh agar para pemainnya bisa tampil maksimal bersama timnas. Dukungan ini sejalan dengan semangat sepak bola modern, di mana klub dan negara saling menopang demi tujuan bersama.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Keberangkatan empat punggawa PERSIB ke Timnas Indonesia tak hanya menjadi kabar bagi suporter Bobotoh, tetapi juga membangkitkan optimisme publik sepak bola tanah air. Keempatnya dianggap simbol kombinasi sempurna antara talenta lokal dan naturalisasi berkualitas, yang bisa membawa Garuda terbang lebih tinggi.
Kini, seluruh mata tertuju ke Jeddah. Ribuan kilometer dari tanah air, langkah kaki Beckham cs akan menentukan arah baru perjalanan sepak bola Indonesia.
Apakah kali ini sejarah akan benar-benar ditulis di padang pasir Arab?
Satu hal yang pasti, semangat merah putih mereka tak akan padam meski harus melangkah di bawah terik matahari dan tekanan tuan rumah.
“Kami ke sana bukan untuk sekadar bermain. Kami ingin membuktikan Indonesia pantas ada di panggung dunia.” (red)
Editor : Redaksi