MERAHPUTIH I BANDUNG — Setelah menjadi bagian dari kemenangan penting PERSIB atas Bangkok United di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) dengan skor 2-0, Eliano Reijnders kini beralih fokus. Bek kiri berdarah Belanda itu tak ingin kehilangan momentum, satu panggilan dari tim nasional sudah cukup baginya untuk menyalakan bara semangat yang lebih besar: membawa Indonesia ke pentas tertinggi sepak bola dunia, Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan di Stadion Pathum Thani, Bangkok, Reijnders tak banyak berpikir. Ia segera mengemasi perlengkapannya, bersiap terbang menuju Jeddah, Arab Saudi, demi bergabung bersama skuad Garuda asuhan pelatih Patrick Kluivert .
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
“Saya tidak sabar. Saya punya perasaan yang bagus untuk Piala Dunia,” ucap Reijnders penuh keyakinan, menatap jauh ke depan.
Reijnders memahami betul arti dari panggilan ini. Dengan jadwal kompetisi Super League dan ACL Two yang tengah memasuki masa jeda, ia bisa mencurahkan seluruh energinya untuk membela Merah Putih. Momentum ini datang di waktu yang tepat. Semangatnya sedang tinggi, performanya sedang menanjak, dan impian besar tengah dipupuk bersama tim nasional.
“Sekarang saatnya fokus penuh untuk Indonesia,” tegasnya. “Setelah kemenangan di Thailand, saya ingin membawa semangat itu ke timnas. Kami ingin terus menang, dan kini targetnya lebih besar, Piala Dunia.”
Tantangan nyata menanti. Indonesia tergabung di Grup B bersama dua kekuatan besar Asia, Arab Saudi dan Irak. Dua pertandingan berat akan dimainkan di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, pada 8 dan 11 Oktober 2025.
Di atas kertas, Arab Saudi dan Irak unggul dalam hal pengalaman dan kualitas pemain. Tapi Reijnders tak gentar. Baginya, setiap laga adalah peluang, bukan ancaman.
“Tentu saja mereka bagus, tapi kami juga bagus,” ujarnya dengan nada optimistis. “Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kita lihat nanti, siapa yang paling tangguh.”
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
Reijnders menilai, semangat juang dan kerja keras adalah kunci utama Garuda untuk menandingi lawan-lawan berat. Dalam pandangannya, Timnas Indonesia saat ini bukan sekadar tim penggembira di level Asia, tapi sebuah kekuatan baru yang lahir dari keberanian dan keyakinan.
Bagi Reijnders, perjalanan menuju Piala Dunia bukan sekadar tentang peluang statistik, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi dan berjuang.
“Saya tidak tahu berapa persennya (potensi kemenangan Indonesia), tetapi saya rasa kami akan lolos ke Piala Dunia karena setiap pemain akan mengerahkan segalanya,” tegasnya.
Keyakinan itu mencerminkan perubahan besar di tubuh Timnas Indonesia mentalitas baru yang menolak menyerah, bahkan di hadapan lawan-lawan yang lebih diunggulkan. Bersama rekan-rekan seperti Jordi Amat, Asnawi Mangkualam, dan Marselino Ferdinan, Reijnders menjadi simbol kebangkitan generasi Garuda yang berani bermimpi besar.
Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Bagi Indonesia, tampil di ajang tersebut akan menjadi sejarah baru, langkah besar setelah puluhan tahun absen dari panggung dunia. Jalan menuju sana memang tidak mudah, tapi seperti kata Reijnders, keyakinan adalah bahan bakar utama.
Kini, seluruh mata pecinta sepak bola Tanah Air tertuju ke Jeddah. Di sana, Reijnders dan para penggawa Garuda akan menguji nyali dan mentalitas. Mereka tak hanya bertarung melawan lawan di lapangan, tapi juga melawan keraguan, sejarah, dan batas-batas lama.
Dan mungkin, jika segalanya berjalan sesuai rencana, perjalanan panjang itu akan berakhir di benua Amerika, tempat mimpi besar Garuda akhirnya terbang tinggi.(red)
Editor : Redaksi