Kapolda: Penyebab Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Masih Dalam Penyelidikan, 53 Orang Belum Ditemukan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SIDOARJO — Penyelidikan atas runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, masih berlangsung menyeluruh. Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, menegaskan penyebab peristiwa itu belum dapat dipastikan karena harus dilihat dari keseluruhan proses pembangunan sejak awal hingga puncak kejadian.

“Ini kan harus dilihat dari awal semuanya. Dari proses saat runtuhnya ini sudah kita dokumentkan, kita ambil dokumentasinya. Dan ini harus sampai menyeluruh penyelidikannya dan kita juga harus ada panduan dari tim ahli konstruksi,” ujar Irjen Pol Nanang kepada wartawan usai meninjau lokasi, Jumat.

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2025 Digelar: Janji Ketertiban di Jalan, Realita Masih Menguji

Dalam keterangan itu Kapolda menjelaskan penyelidikan tak cukup mengandalkan penyidik kepolisian semata. Analisis teknis dari ahli konstruksi diperlukan agar penyebab runtuhnya bangunan dapat dipastikan secara akurat dan tindakan lanjutan, baik dari sisi hukum maupun keselamatan bisa diambil dengan tepat.

Meski aspek teknis penyidikan penting, Nanang menekankan prioritas saat ini adalah kemanusiaan. Pihak kepolisian sedang melakukan pendataan korban yang dibagi ke dalam tiga klaster: santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan.

“Sementara pendataan dulu dan kita juga sudah pendataan, fokus pada kemanusiaan,” kata Nanang.

Baca juga: Musim Berganti, Jatim Bersiap: Ribuan Pasukan Gabungan Siaga Tanggap Darurat

Dari pendataan yang telah dikumpulkan, Kapolda menyebut sebanyak 53 orang masih belum ditemukan. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan, namun dengan kehati-hatian tinggi, khususnya ketika menggunakan alat berat untuk menghindari potensi bahaya dan kemungkinan adanya jenazah yang masih tertimbun.

“Kami libatkan tenaga ahli mengenai konstruksi dan bangunan, dari ITS, PUPR, sehingga pada saat melakukan pemindahan ini kami harus hati-hati juga karena di situ masih ada beberapa jenazah,” ujar Nanang.

Baca juga: Khofifah dan Wamendagri Kompak di Surabaya: Aktifkan Siskamling, Perangi Narkoba, dan Perkuat Ketahanan Pangan

Pihak kepolisian dikabarkan telah mendokumentasikan kondisi saat runtuh dan mengumpulkan data awal yang nantinya akan dianalisis bersama tim ahli. Hasil penyelidikan diharapkan komprehensif: melihat aspek perencanaan, material, pelaksanaan konstruksi, serta faktor lain yang mungkin berkontribusi.

Sementara itu, upaya pencarian akan terus dilanjutkan sampai seluruh korban dapat ditemukan dan kondisi lokasi dinyatakan aman. Kapolda juga menegaskan perlunya kehati-hatian agar proses evakuasi tidak menimbulkan korban tambahan.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru