Kluivert Pastikan Paes Siap Tempur, Garuda Tak Gentar Hadapi Raksasa Asia

harianmerahputih.id
Maarten Paes

MERAHPUTIH I JAKARTA — Timnas Indonesia tengah menghadapi ujian berat jelang dua laga krusial babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kabar absennya Emil Audero Mulyadi karena cedera menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda. Namun, di balik kabar kurang menggembirakan itu, pelatih kepala Patrick Kluivert menegaskan satu hal: Maarten Paes sudah siap kembali ke bawah mistar.

Dalam kanal YouTube resmi Timnas Indonesia pada Jumat (3/10), Kluivert berbicara lugas soal situasi terkini di sektor penjaga gawang. Ia tak menampik bahwa kehilangan Emil Audero yang tampil impresif bersama Cremonese dan sempat menjadi tulang punggung pertahanan Garuda adalah kehilangan besar.

Baca juga: PSSI Akhiri Era Patrick Kluivert, Tutup Satu Bab Baru untuk Timnas Indonesia

“Ini tentu sebuah pukulan besar, karena dari sudut pandang saya, Emil adalah penjaga gawang dengan level yang sangat bagus, baik di klub maupun di beberapa laga terakhir bersama Indonesia,” ujar Kluivert. “Namun, kabar baiknya, Maarten Paes kini sudah pulih sepenuhnya dan siap bermain.”

Kembalinya Paes memang menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda itu sebelumnya harus menepi cukup lama akibat cedera yang dideritanya sejak Juli lalu. Kini, setelah proses pemulihan panjang, ia sudah kembali memperkuat klubnya, FC Dallas, dalam laga kontra Los Angeles Galaxy pada Minggu (5/10) dini hari WIB.

Ketiadaan Emil membuat Kluivert harus berpikir cepat. Pelatih asal Belanda itu memutuskan memanggil dua penjaga gawang tambahan: Nadeo Arga Winata dari Borneo FC dan Reza Arya Pratama dari PSM Makassar. Dua nama ini bukan sekadar pelengkap, tetapi diharapkan menjadi bagian penting dari persaingan sehat di bawah mistar Garuda.

“Ya, Emil keluar, Maarten tentu saja datang. Tapi Nadeo bermain bagus di Borneo. Dia kapten, dan timnya sekarang berada di posisi puncak Super League. Reza juga punya performa stabil di PSM. Jadi, kompetisi di posisi penjaga gawang ini sangat bagus,” ujar Kluivert.

Menurutnya, konsep kompetisi internal bukan sekadar formalitas. Ia ingin setiap pemain berjuang dari latihan hingga pertandingan untuk membuktikan diri pantas mengenakan seragam utama Timnas Indonesia.

Baca juga: Kluivert Langsung Pulang ke Belanda Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, Nasibnya Kini di Tangan Exco PSSI

“Kami ingin adanya kompetisi yang sehat di setiap posisi. Kiper terbaiklah yang akan bermain, begitu juga pemain outfield. Target kami jelas: membangun tim terbaik untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak. Semua pemain harus menunjukkan kualitasnya,” tegas Kluivert. Dua laga yang menanti bukanlah partai biasa. Arab Saudi dan Irak adalah dua raksasa Asia dengan catatan impresif di babak kualifikasi sebelumnya. Bagi Indonesia, yang sedang berupaya menembus level lebih tinggi, kedua laga ini bisa menjadi tolok ukur sejauh mana tim asuhan Kluivert berkembang.

Dengan absennya Emil, perhatian kini tertuju pada Maarten Paes. Keberadaannya di bawah mistar diharapkan bisa memberi rasa aman bagi lini pertahanan yang tengah disiapkan Kluivert. Paes dikenal dengan refleks cepat, distribusi bola yang akurat, dan kemampuan membaca arah bola yang matang, kualitas yang sangat dibutuhkan dalam laga penuh tekanan melawan tim-tim Asia Barat.

Tak hanya itu, pemanggilan kembali Nadeo dan Reza juga menjadi pesan tegas bahwa tak ada tempat yang aman di skuad Garuda. Siapa pun bisa mendapatkan kesempatan, asalkan mampu membuktikan performa terbaik.

Baca juga: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Takluk dari Irak

Dalam era baru sepak bola modern, posisi kiper tak lagi sekadar penjaga gawang, tetapi juga pengatur ritme dari lini belakang. Kluivert tampaknya memahami tren ini. Ia ingin kiper Indonesia tak hanya kuat dalam refleks, tapi juga mampu menjadi inisiator serangan.

Maarten Paes, dengan pengalaman bermain di Major League Soccer (MLS), dianggap memiliki kemampuan yang sejalan dengan filosofi tersebut. Sementara Nadeo dikenal memiliki kepemimpinan kuat di lapangan, dan Reza menunjukkan konsistensi luar biasa dalam beberapa musim terakhir.

“Semua pemain punya peran masing-masing. Yang penting, mereka siap saat dipercaya. Kami akan menilai berdasarkan performa dan kesiapan, bukan nama besar,” kata Kluivert.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru