Masih Ada Seribu Warga Surabaya Belum Dilaporkan Meninggal, Dispendukcapil Ingatkan Dampak ke Data Bansos

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya menemukan sekitar seribu warga yang telah meninggal dunia namun belum dilaporkan secara resmi untuk diterbitkan akta kematiannya. Kondisi ini dinilai berpotensi mengacaukan akurasi data kependudukan sekaligus mengganggu ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos).

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan penyebab utama keterlambatan pelaporan ini adalah faktor sosial dan kekhawatiran masyarakat akan kehilangan hak bantuan sosial.

Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar

“Masih ada sekitar seribu warga yang sudah meninggal tapi belum dilaporkan akta kematiannya. Kebanyakan karena takut bansosnya hilang,” ujar Eddy, Senin (6/10).

Menurut Eddy, kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme agar bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah. “Kemensos maupun Dinas Sosial memastikan bansos tetap bisa diteruskan kepada istri atau ahli waris,” tegasnya.

Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital

Selain alasan sosial, sebagian warga juga malas mengurus administrasi kependudukan. Padahal, Dispendukcapil telah menyediakan layanan daring melalui KNG Mobile. “Sekarang semua bisa diurus dari rumah. Tidak perlu datang ke kantor kelurahan atau Siola,” jelas Eddy.

Ia menambahkan, ketertiban administrasi kependudukan menjadi kunci bagi Pemkot Surabaya untuk memberikan pelayanan dan intervensi bantuan secara tepat sasaran. “Kalau datanya tidak sesuai, pemerintah akan kesulitan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

Eddy juga mengimbau warga agar rutin memperbarui data kependudukan, mulai dari kelahiran, kematian, perkawinan, pendidikan, hingga perubahan domisili. “Update data bisa dilakukan lewat KNG Mobile untuk Android atau website Dispendukcapil untuk iOS. Mari tertib adminduk supaya data Surabaya makin akurat,” pungkasnya.(red)
 
 
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru