MERAHPUTIH I MOJOKERTO – Langkah berani diambil PT Sun Paper Source (SPS) dalam menandai perjalanan tiga dekade kiprahnya di industri kertas nasional. Perusahaan yang berbasis di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, ini resmi mengoperasikan Paper Mill dan Converting Unit 2, Selasa (7/10/2025).
Peresmian ini tak sekadar seremoni, melainkan simbol dari lompatan besar SPS untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri kertas global. Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, serta mitra bisnis dari berbagai negara.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Dengan mulai beroperasinya Unit 2, kapasitas produksi SPS melonjak dari 150 ribu ton menjadi 250 ribu ton per tahun. Target ambisius pun telah ditetapkan 500 ribu ton per tahun pada 2033.
“Selamat atas tonggak sejarah baru ini. SPS bukan hanya membangun pabrik, tapi juga membangun harapan. Dengan peningkatan kapasitas ini, saya yakin target 500 ribu ton per tahun akan tercapai. Ini bukti semangat industri manufaktur Jatim yang terus tumbuh,” tutur Khofifah di hadapan jajaran direksi dan tamu undangan.
Lebih dari sekadar angka, Unit 2 juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sebanyak 1.000 tenaga kerja baru direkrut, sebagian besar berasal dari Mojokerto dan wilayah sekitarnya. “Itu artinya ada 1.000 keluarga yang mendapat napas baru, harapan baru,” imbuh Gubernur.
Presiden Direktur PT Sun Paper Source, Ronald Rusco, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar industri kertas Indonesia tak hanya bertahan, tapi juga memimpin.
“Dengan mesin berteknologi tinggi, kami mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Produk SPS kini lebih kompetitif di pasar global,” jelas Rusco.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Ia menambahkan, SPS tengah memperluas lini converting unit untuk memproduksi tisu wajah, tisu toilet, serta berbagai produk kebersihan rumah tangga. Bahkan, perusahaan mulai melirik pasar eco-friendly dengan mengembangkan produk berbasis serat alami seperti moulding fiber foodware pengganti plastik sekali pakai.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi masa depan. Dunia sedang bergerak menuju industri hijau, dan SPS siap menjadi pelopornya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga menyinggung pentingnya dukungan infrastruktur untuk memperkuat rantai pasok industri di Jawa Timur. Ia menyebut Pemprov tengah mengupayakan pembukaan akses baru dari Gempol menuju Ngoro, sepanjang sekitar 10 kilometer, guna memperlancar arus logistik.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Kami juga tengah menyelesaikan pelebaran jalan di Jember dan Magetan. Mojokerto pun kami dorong agar mendapat akses serupa, bahkan bisa terkoneksi langsung ke jalan tol,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, Pemprov siap menggandeng Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk membuka pintu tol baru bila memang dibutuhkan industri. “Insya Allah, kalau kebutuhan industri mendesak, Pemprov siap berkoordinasi. Pembebasan lahan dan pembangunan bisa dikaji bersama,” tegasnya.
Dengan kombinasi strategi industri yang visioner dan dukungan infrastruktur yang solid, SPS tak hanya memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat manufaktur, tapi juga membawa semangat industri hijau yang berkelanjutan ke panggung global.(dpr)
Editor : Redaksi