MERAHPUTIH I SURABAYA — Suasana penuh semangat memenuhi aula SMK Negeri 6 Surabaya, Kamis (9/10). Tepuk tangan, sorak, dan yel-yel menggema setiap kali peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat sekolah menengah 2025 yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjadi bukti bahwa tradisi adu pengetahuan ini kembali hidup dan mendapat tempat di hati para pelajar.
Kegiatan perdana yang digelar pascapandemi ini mencatat antusiasme luar biasa. Ratusan tim dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur bersaing ketat sejak babak penyisihan hingga menyisakan enam finalis terbaik yang bertarung di babak puncak.
Baca juga: Dindik Jatim Galang Dana untuk Pulihkan Pendidikan Korban Banjir Bandang di Sumatera dan Aceh
Puncaknya, SMA Negeri 3 Kota Blitar keluar sebagai juara pertama dengan total nilai 1.650 poin, disusul SMA Negeri 1 Pandaan di posisi kedua (900 poin), dan SMA Negeri 2 Nganjuk di tempat ketiga (775 poin). Sementara juara harapan diraih berturut-turut oleh SMA Negeri 1 Jember, SMA Negeri 1 Pamekasan, dan SMA Negeri 1 Tuban.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengaku bangga atas keberhasilan seluruh peserta. “Antusiasme mereka luar biasa, bahkan suporter dari masing-masing sekolah ikut memeriahkan suasana. Ini menandakan semangat belajar anak-anak Jatim masih sangat tinggi,” ujar Aries usai menyerahkan trofi dan hadiah kepada para pemenang.
Aries menyebut, lomba ini bukan sekadar ajang adu cepat dan tepat menjawab soal, tapi juga melatih kerja sama tim. “Berbeda dengan olimpiade yang bersifat individu, cerdas cermat menanamkan nilai kebersamaan dan saling melengkapi,” ujarnya.
Aries ingin menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan berkelanjutan. “Kami ingin lomba seperti ini rutin digelar, mulai dari tingkat kelas, antar sekolah, hingga provinsi. Jika berkembang, tak menutup kemungkinan bisa dilanjutkan ke level nasional,” katanya.
Baca juga: Khofifah Dorong Camat dan Perangkat Desa Jemput Bola Sukseskan Program Nasional
Sebagai bentuk apresiasi, selain hadiah resmi dari panitia, Aries juga memberikan bonus pribadi berupa “ruang pembinaan” bagi seluruh finalis. “Hadiah itu bentuk kecil dari rasa bangga saya pada semangat mereka,” ucapnya sambil tersenyum.
Ketua Dewan Juri Dr. Sukowidodo dari Universitas Airlangga turut memberikan catatan penting. Menurutnya, lomba seperti ini perlu terus dipertahankan agar lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai lokal.
“Anak-anak generasi Z ini cepat dalam hal teknologi dan informasi global, tapi masih banyak yang belum memahami hal-hal lokal seperti sejarah daerah atau kehidupan masyarakat desa. Itu PR kita bersama,” tuturnya.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Suko berharap ke depan, Lomba Cerdas Cermat bisa menjadi ajang rutin di seluruh tingkatan sekolah, dari SD hingga SMA/SMK sebagai wadah menemukan bibit unggul dan memperkuat karakter kebangsaan siswa.
Dengan semangat kompetisi yang sehat dan dukungan penuh dari pemerintah, Lomba Cerdas Cermat 2025 ini bukan hanya sekadar lomba. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan di Jawa Timur terus bergerak maju, menanamkan nilai kolaborasi, kecerdasan, dan kebanggaan pada daerah sendiri.(red)
Editor : Redaksi