MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur sebagai momentum memperkuat semangat ketangguhan dan pertumbuhan berkelanjutan. Melalui filosofi kerja JATIM BISA, singkatan dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif, Khofifah menegaskan tekad Jawa Timur untuk terus menjadi provinsi yang maju, tangguh, dan inklusif.
Ajakan tersebut disampaikan saat Gubernur Khofifah memimpin Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/10). Ia menegaskan, semangat “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif untuk melompat lebih jauh menghadapi tantangan zaman.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Kita bersyukur atas capaian yang telah diraih, tetapi masa depan menuntut langkah yang lebih progresif. Filosofi JATIM BISA menjadi ruh pembangunan agar Jawa Timur tetap berdaya dan adaptif,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, Berdaya bermakna kuat dan mandiri dalam menggali potensi daerah. Inklusif berarti pembangunan harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Sinergis menekankan kolaborasi lintas sektor, sementara Adaptif adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas.
Dalam paparannya, Gubernur Khofifah menyebutkan sejumlah capaian membanggakan. Pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II 2025 mencapai 5,23 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional 5,12 persen dan tertinggi di Pulau Jawa. Investasi juga menembus Rp147,3 triliun, menjadi rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Tak hanya ekonomi, kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Tingkat kemiskinan turun ke 9,5 persen, dan kemiskinan ekstrem menyentuh level terendah 0,66 persen per Maret 2025. “Ini bukti bahwa pembangunan di Jawa Timur semakin merata dan inklusif,” tegasnya.
Sebagai provinsi dengan 4.716 desa mandiri terbanyak di Indonesia, Jatim terus memperkuat ekonomi rakyat melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini telah hadir di 8.494 titik.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Di sektor pangan, Jawa Timur tetap menjadi Lumbung Pangan Nasional dengan prediksi produksi padi mencapai 12 juta ton GKP sepanjang Januari–November 2025. “Beras dari petani Jawa Timur telah menjadi sumber pangan bagi 21 provinsi di Indonesia,” ucapnya bangga.
Sementara di bidang infrastruktur, Jawa Timur kini berperan sebagai Gerbang Baru Nusantara dengan dukungan 37 pelabuhan, 7 bandara, 12 ruas jalan tol, 13 kawasan industri, serta 2 kawasan ekonomi khusus. “Pembangunan infrastruktur bukan semata proyek fisik, tapi investasi sosial yang membuka peluang dan meningkatkan produktivitas rakyat,” tandasnya.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan pun mendapat pengakuan nasional. Pada Agustus 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama dalam implementasi ekonomi hijau dan transisi energi berkelanjutan versi Kementerian Perindustrian.
Sebagai pusat pendidikan dengan lebih dari 700 perguruan tinggi, Jawa Timur juga menjadi laboratorium inovasi nasional. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat, dan program Sekolah Rakyat (SR) kini telah menjangkau lebih dari 2.450 siswa di 26 sekolah terbanyak di Indonesia.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
“Generasi muda Jawa Timur adalah katalisator Indonesia Emas 2045. Mereka harus tumbuh tangguh, inovatif, dan berakhlak,” tutur Khofifah optimistis.
Peringatan Hari Jadi ke-80 Jatim juga diwarnai pemecahan Rekor MURI untuk paduan suara Lagu Mars Jawa Timur dan Rek Ayo Rek oleh lebih dari 55.000 siswa SMA/SMK se-Jatim secara luring dan daring. Selain itu, penghargaan diberikan kepada 32 pemenang lomba lintas sektor yang diselenggarakan perangkat daerah Pemprov Jatim.
“Di usia ke-80, Jawa Timur bukan hanya bertahan, tetapi terus tumbuh menjadi pelopor perubahan. Dari Bumi Majapahit, kita nyalakan semangat JATIM BISA untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkas Khofifah.(red)
Editor : Redaksi