MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan tertinggi Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan integritasnya menjaga marwah kebebasan pers nasional.
Penganugerahan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/10), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas peran penting tokoh-tokoh yang tulus mengabdikan diri bagi bangsa dan daerah.
“Para penerima penghargaan ini adalah sosok yang menunjukkan bagaimana dedikasi, keikhlasan, dan pengorbanan bisa membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa,” ujar Khofifah.
Pemberian lencana kehormatan ini diatur melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 42 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/751/KPTS/013/2025 tertanggal 11 Oktober 2025. Lencana tersebut diberikan kepada individu yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan dan pengabdian untuk Jawa Timur.
Usai menerima penghargaan, Akhmad Munir, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Perum LKBN ANTARA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Dalam surat keputusan yang dibacakan oleh protokol Gubernur Jawa Timur, saya menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori emas. Ini sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya dan insan pers nasional,” tutur pria kelahiran Sumenep, Madura itu.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Munir menilai penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk dirinya, melainkan juga untuk seluruh insan pers yang terus menjaga independensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami di PWI, baik di pusat maupun di Jawa Timur, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui informasi yang mencerahkan,” tegasnya.
Munir juga menyoroti pentingnya sinergi antara media, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Menurutnya, stabilitas dunia pers di Jawa Timur menjadi salah satu modal utama dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial.
“Alhamdulillah, sejak dulu pers di Jawa Timur relatif stabil dalam pemberitaan dan peliputan. Ini menjadi kekuatan besar bagi pers untuk terus berkontribusi dalam pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan ekosistem media yang kuat dan produktif. Kehadiran figur seperti Akhmad Munir menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme pers masih memegang peran strategis dalam membangun demokrasi dan kemajuan bangsa.(dpr)
Editor : Redaksi