MERAHPUTIH I SURABAYA – Dugaan munculnya praktik prostitusi ilegal di kawasan eks lokalisasi Moroseneng membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihaknya kini memperketat sistem pengawasan dan melibatkan warga setempat untuk memastikan kawasan itu benar-benar bersih dari aktivitas terlarang.
“Kita sudah menyiapkan pos penjagaan di beberapa titik dan melakukan patroli rutin setiap malam mulai pukul 22.00 hingga 04.00 pagi. Petugas akan berkeliling untuk memastikan keamanan wilayah,” ujar Eri Cahyadi, Senin (13/10/2025).
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Usai Jalan Panjang Jiwo Dijadikan Arena Balap Liar
Menurutnya, pengawasan ketat (waskat) ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak tokoh warga, kepolisian, dan pihak terkait untuk terlibat aktif dalam menjaga kondusivitas kawasan eks lokalisasi tersebut.
“Kami ingin keterbukaan. Kalau memang ada dugaan aktivitas prostitusi, ayo kita buktikan bersama. Kita libatkan tokoh masyarakat dan kepolisian agar tidak ada fitnah. Dengan begitu, semua bisa melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” tegas Eri.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan pemanfaatan rumah-rumah yang sebelumnya dibeli pemerintah di kawasan Moroseneng. Eri meminta agar bangunan tersebut dijadikan pusat kegiatan warga, terutama anak muda, seperti posko Karang Taruna, pelatihan, atau kegiatan sosial lain.
Baca juga: KONI Surabaya Resmi Dilantik, Wali Kota Eri Pasang Target Tinggi untuk Porprov 2027
“Kalau tempatnya hidup dengan aktivitas positif, otomatis tidak akan ada ruang untuk kegiatan negatif seperti prostitusi. Lingkungan yang ramai dan produktif akan menjadi benteng sosial yang kuat,” jelasnya.
Eri juga mengimbau seluruh masyarakat Surabaya untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kotanya dari praktik prostitusi terselubung. Ia menegaskan pentingnya peran warga dalam memberikan laporan jika menemukan indikasi penyimpangan di lingkungan masing-masing.
“Saya minta tolong kepada seluruh warga. Kalau melihat hal-hal seperti itu, laporkan, foto, dan sampaikan ke kami. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Tapi kalau kita semua bergotong royong, saya yakin Surabaya bisa kita jaga bersama,” ujarnya.
Baca juga: Panen Perdana Nila dan Sayur Hidroponik Jadi Simbol Kolaborasi Surabaya–Australia
Eri menegaskan, keberhasilan dalam menjaga moralitas kota tidak hanya bergantung pada aparat atau pemerintah, melainkan pada kekuatan gotong royong dan kesadaran masyarakat.
“Waskat ini kuncinya ada di kebersamaan. Kalau semua masyarakat ikut mengawasi dan peduli, maka praktik-praktik seperti itu tidak akan punya tempat lagi di Surabaya,” pungkasnya.(red)
Editor : Redaksi