MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan Jawa Timur. Pesan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jatim memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Minggu (12/10).
“Keberhasilan Jawa Timur adalah hasil gotong royong seluruh elemen. Sinergi inilah yang menjaga ketangguhan dan pertumbuhan Jatim,” ujar Khofifah.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
Menurutnya, usia ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk menjadikan Jatim semakin berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Ia memperkenalkan filosofi kerja “JATIM BISA”, Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif, sebagai arah baru pembangunan daerah.
Khofifah memaparkan berbagai capaian Jatim sepanjang 2024–2025. Pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,23 persen (yoy), lebih tinggi dari nasional 5,12 persen. Realisasi investasi menembus Rp147,3 triliun, tertinggi dalam satu dekade, sementara kemiskinan ekstrem turun drastis menjadi 0,66 persen.
Dalam tata kelola pemerintahan, Jatim mencatat Indeks Reformasi Birokrasi 93,82 (A–) dan menempati posisi kedua nasional dalam Indeks Pencegahan Korupsi KPK RI. Sektor pangan pun tetap tangguh dengan kontribusi 17,44 persen terhadap produksi padi nasional.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
“Modal kita lengkap, ekonomi kuat, infrastruktur maju, SDM unggul, dan daerah kondusif. Sekarang saatnya menjaga semangat kebersamaan dan integritas,” tegas Khofifah.
Rapat Paripurna juga menghadirkan Prof. Mohammad Mahfud MD sebagai pembicara kunci. Dalam pidatonya, Mahfud mengingatkan bahwa Jawa Timur adalah pilar penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Jawa Timur adalah tanah para pejuang dan ulama besar. Karena itu, pembangunan harus dijalankan dengan akhlak, kejujuran, dan semangat kebersamaan,” pesan Mahfud.
Dengan tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh,” peringatan Hari Jadi ke-80 ini menjadi simbol keteguhan Jawa Timur menjaga harmoni, memperkuat sinergi, dan melangkah mantap menuju masa depan yang lebih berdaya.(red)
Editor : Redaksi