Wagub Taj Yasin Resmikan RPH Halal di Kompleks MAJT Semarang: Tonggak Baru Ekonomi Syariah Jawa Tengah

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SEMARANG – Sebuah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem halal di Jawa Tengah resmi dimulai. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Halal di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah – Masjid Agung Semarang (MAJT MAS), Jumat (17/10/2025).

RPH ini berdiri megah di area strategis komplek masjid, dilengkapi fasilitas modern seperti ruang pemotongan higienis, mesin penggiling daging, hingga tenaga profesional — mulai dari juru sembelih halal, dokter hewan, hingga juru kelet yang memastikan seluruh proses sesuai kaidah syariat Islam.

Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama

“Keberadaan RPH Halal MAJT MAS ini bukan sekadar fasilitas, tapi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya.

Menurutnya, pembangunan RPH Halal tersebut sejalan dengan 11 program prioritas Pemprov Jateng bersama Gubernur Ahmad Luthfi, terutama dalam memperkuat ekonomi dan wisata ramah muslim. Ia berharap, langkah ini menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain untuk turut membangun fasilitas serupa.

“Harapannya, bupati dan wali kota juga mengambil langkah serupa. RPH halal akan memberi kepastian bagi masyarakat dalam mengakses produk makanan yang benar-benar halal,” tegasnya.
Dukung Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
Tak sekadar untuk kebutuhan komersial, RPH Halal MAJT MAS juga menunjukkan peran sosialnya. Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, mengungkapkan bahwa pada perayaan Iduladha tahun ini, RPH tersebut telah memotong 112 ekor sapi.

Daging hasil sembelihan kemudian diolah menjadi kornet siap saji, yang didistribusikan ke masyarakat kurang mampu dalam rangka mendukung program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan stunting di Jawa Tengah.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

“Kami ingin memastikan bahwa keberkahan dari daging kurban juga menjadi solusi untuk persoalan sosial di masyarakat,” tutur Darodji.
Apresiasi dari Pelaku Usaha
Dukungan pun datang dari kalangan pelaku usaha makanan. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso), Lasiman, menilai kehadiran RPH Halal MAJT MAS sebagai angin segar bagi ribuan pedagang mi dan bakso di Jawa Tengah.

“Dengan adanya RPH halal, kami para pedagang tak lagi khawatir soal kehalalan bahan baku. Konsumen pun semakin percaya pada produk kami,” ucapnya dengan penuh syukur.

Deklarasi Hari Halal Nasional
Peresmian RPH Halal MAJT MAS juga dibarengi momentum penting: Deklarasi Hari Halal Nasional, hasil inisiasi bersama Baznas dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Jawa.

Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik

Deklarasi tersebut menegaskan bahwa jaminan produk halal adalah hak rakyat dan kewajiban negara. Dalam naskah deklarasi, MUI dan Baznas berkomitmen memperkuat sistem jaminan produk halal nasional serta mendorong Indonesia menjadi pusat industri halal global.

Tak hanya itu, mereka juga mencanangkan gerakan “Tertib Halal”, yang mencakup tertib regulasi, produksi, distribusi, hingga budaya. Para peserta sepakat untuk mengusulkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Halal Nasional.

Dengan peresmian RPH Halal di jantung Masjid Agung Jawa Tengah ini, Jawa Tengah menegaskan dirinya bukan hanya sebagai daerah religius, tapi juga pelopor kebangkitan industri halal dan ekonomi syariah di Indonesia.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru