Harga di Bawah Pasar, Khofifah Gelar Pasar Murah di Bululawang untuk Ringankan Beban Warga

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagikan beras SPHP secara gratis kepada masyarakat lanjut usia atau lansia di rest area Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (22/10/2025)

MERAHPUTIH I MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Rabu (22/10/2025)siang, ia menghadiri kegiatan pasar murah yang digelar di kawasan pertokoan persimpangan Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi.

Suasana ramai tampak di lokasi. Warga dari berbagai penjuru Bululawang antusias memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dengan harga miring, bahkan jauh di bawah harga pasaran.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Ini tahun keenam kami menggelar pasar murah. Antusiasme masyarakat luar biasa karena memang harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding di pasar,” ujar Khofifah di sela kegiatan.

Dalam gelaran pasar murah kali ini, Pemprov Jatim menyediakan beragam kebutuhan pokok dengan potongan harga signifikan. Misalnya, telur dijual hanya Rp22 ribu per kilogram, padahal harga eceran tertinggi (HET) di pasar mencapai Rp28 ribu hingga Rp30 ribu.

Kemudian, beras SPHP dibanderol Rp55 ribu per lima kilogram atau Rp11 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang berada di kisaran Rp60 ribu–Rp62 ribu. Gula produksi ID Food dijual Rp14 ribu per kilogram, sementara harga normalnya Rp17.800.

Tak hanya itu, minyak goreng merek Minyak Kita Premium dilepas seharga Rp13 ribu per liter, sedangkan di pasaran dijual Rp16.800. Ayam potong pun tak luput dari diskon, hanya Rp33 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu.

“Tujuannya jelas, agar jangkauan pasar murah lebih luas dan langsung menyentuh masyarakat. Karena itu, kami selalu minta agar lokasi pasar murah tidak terlalu dekat dengan pasar tradisional, supaya daya serapnya merata,” jelasnya.

Selain membantu masyarakat, Khofifah menegaskan pasar murah juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produknya.

“Biasanya saya sempatkan melihat produk-produk UMKM di tiap lokasi. Siapa tahu bisa masuk kurasi misi dagang Jawa Timur, agar mereka bisa memperluas pasar,” ungkapnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Sinergi antara Pemprov Jatim dan pelaku UMKM ini, lanjut Khofifah, menjadi bagian penting dari strategi ekonomi inklusif yang memberdayakan masyarakat di berbagai lapisan.

Menariknya, jadwal pelaksanaan pasar murah tak diumumkan jauh-jauh hari. Hal ini, kata Khofifah, justru untuk menjaga kenyamanan warga saat berbelanja.

“Kami sengaja tidak mengumumkan terlalu awal. Biasanya kurang dari 24 jam sebelum kegiatan dimulai, supaya tidak terlalu padat dan warga bisa berbelanja dengan nyaman,” tutur mantan Menteri Sosial RI itu.

Di sela kunjungannya, Khofifah turut membagikan bantuan sosial berupa telur bagi ibu hamil dan balita di sekitar lokasi pasar murah. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan stunting.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Tadi kami siapkan 40 paket telur, tinggal lima yang tersisa. Kalau ada yang belum kebagian, nanti akan kami reimburse. Ini bagian dari ikhtiar kita menurunkan angka stunting di Jawa Timur,” katanya.

Tak berhenti di situ, Khofifah juga menyalurkan bantuan beras SPHP seberat lima kilogram kepada 35 warga lanjut usia (lansia). Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar transaksi sosial, tapi juga bentuk kepedulian antarsesama.

“Beras ini khusus untuk lansia, dan sebagian kami bagikan tanpa kupon. Prinsipnya, saling bersedekah dan berikhtiar seiring dengan program nasional,” pungkas Khofifah.

Dengan kegiatan seperti ini, Pemprov Jatim berharap pasar murah tak hanya menjadi ruang transaksi, tapi juga wadah kebersamaan dan solidaritas sosial yang mampu menjaga ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru