MERAHPUTIH I SURABAYA – Dalam memperingati Hari Hak untuk Tahu Internasional, Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur menggandeng Pemerintah Kota Surabaya menggelar dialog strategis bertema “Membangun Prinsip Menjadi Tindakan Nyata”. Acara ini menghadirkan Konsul Jenderal Australia, Glen Douglas Askew, sebagai pembicara utama, bersama Ketua KI Jatim, Edi Purwanto.
Dialog yang berlangsung di Surabaya tersebut menjadi momentum penting bagi Jatim untuk memperkuat pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Askew memaparkan sistem keterbukaan informasi di Australia yang diatur oleh Office of the Australian Information Commissioner (OAIC), lembaga independen yang mengawasi privasi dan akses publik terhadap informasi pemerintah.
Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar
Melalui Freedom of Information Act 1982, warga Australia berhak mengakses dokumen publik secara gratis dan cepat, maksimal 30 hari kerja. Sistem hukum yang kuat, pengawasan independen, serta digitalisasi menyeluruh membuat Australia masuk 11 besar dunia dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024.
Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menegaskan bahwa Jatim berkomitmen belajar dari praktik terbaik negara maju. “Kami ingin prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dapat diterapkan di seluruh Jatim seperti halnya di Australia,” ujarnya.
Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital
Senada, Kepala Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KI Jatim, Nur Ammuddin, menyebut dialog ini sebagai langkah bersejarah dalam membumikan keterbukaan informasi di provinsi berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa itu. “Surabaya dan Jatim harus menjadi contoh nasional dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara Askew menekankan, keterbukaan informasi hanya akan bermakna jika masyarakat memiliki literasi digital yang kuat. “Pemerintah boleh terbuka, tapi jika masyarakat percaya pada informasi palsu, keterbukaan itu jadi sia-sia. Pastikan sumber informasi yang benar berasal dari pemerintah,” pesannya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Kegiatan ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara Pemerintah Australia dan KI Jatim untuk memperluas kerja sama dalam memperkuat hak publik atas informasi serta mendorong budaya transparansi di seluruh daerah Jawa Timur.(red)
Editor : Redaksi