SMA Award 2025: Panggung Emas Pelajar Jawa Timur Menuju Indonesia 2045

harianmerahputih.id
SMA Award 2025, ajang bergengsi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Langit pendidikan Jawa Timur kembali berpendar cahaya prestasi. Lebih dari 170 ribu pelajar SMA dari berbagai penjuru Bumi Majapahit ambil bagian dalam SMA Award 2025, ajang bergengsi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Angka partisipasi tahun ini melesat tajam hingga 174.858 siswa, jauh melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya diikuti 36.232 peserta atau meningkat 482.

Di hadapan ribuan pelajar dan tenaga pendidik yang memenuhi arena puncak penghargaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa SMA Award bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang ekspresi dan penguatan karakter generasi muda Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“SMA Award 2025 bukan sekadar kompetisi. Ini ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitas mereka. Dari sini lahir generasi percaya diri dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah dalam sambutannya di Surabaya, Kamis (23/10).

Khofifah menyebut ekspresi dan elaborasi potensi siswa SMA di Jawa Timur menjadi bagian penting dari kekuatan provinsi ini dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas. Ia optimistis, para pelajar yang tampil di panggung malam penghargaan itu adalah cikal bakal pemimpin bangsa di masa depan.

“Yang hadir malam ini akan makin kuat semangatnya, makin yakin terhadap potensi anak-anak kita. Tahun 2045, Indonesia Emas membutuhkan generasi emas. Sebagian kecil dari yang tampil malam ini, Insyaallah, akan menjadi pemimpin emas di masa depan,” tutur Khofifah. 

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan hasil riset yang menunjukkan bahwa lima dari sebelas SMA negeri yang dinilai mampu mencetak calon pemimpin masa depan di Indonesia berasal dari Jawa Timur.

“Lima SMA negeri yang masuk daftar sekolah pencetak pemimpin masa depan itu semuanya dari Jawa Timur. Ini bukti nyata kualitas pendidikan kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga siswa. Ia berpesan agar seluruh prestasi yang telah diraih dijaga dengan disiplin, kerja keras, dan kejujuran.

“Negeri ini tidak cukup hanya dengan generasi yang pintar, tapi negeri ini butuh generasi yang pintar dan benar,” tegasnya.

“Jagalah kemampuan dan prestasi yang sudah diraih, teruslah berjuang setinggi-tingginya. Bangun karakter dan integritas sebaik mungkin. Insyaallah, pemimpin emas Indonesia 2045 akan lahir dari siswa-siswi Jawa Timur.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menuturkan bahwa tahun ini SMA Award menghadirkan 25 kategori lomba, ditambah lima kategori khusus yang meliputi School Food Care (SFC), perpustakaan, dan toilet bersih.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Salah satu inovasi unggulan tahun ini adalah School Food Care (SFC), program yang menyoroti pentingnya perhatian sekolah terhadap gizi, kebersihan, dan kesehatan lingkungan.

“Tujuan kami bukan hanya kompetisi. SFC didesain agar sekolah menjadi laboratorium alam, wisata edukasi, dan tempat pembelajaran outdoor. Kami ingin sekolah menjadi ruang entrepreneurship dan pusat tumbuh kembang anak,” jelas Aries.

Menurutnya, SMA Award bukan sekadar ajang adu kemampuan akademik, tapi juga sarana menumbuhkan budaya kompetisi sehat di kalangan pelajar. Ia menyebut ajang ini sebagai refleksi dari semangat Kurikulum Merdeka yang kini diterapkan di seluruh SMA di Jawa Timur.

“Kami ingin SMA Award menjadi ruang apresiasi, bukan tekanan. Siswa harus merasa bahwa prestasi tumbuh dari keberanian berkreasi dan berinovasi,” tambah Aries.

Lonjakan peserta yang mencapai hampir lima kali lipat dibanding tahun lalu, menurut Aries, menjadi indikator kuat bahwa SMA Award kini telah menjelma menjadi barometer kemajuan pendidikan di Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Tak hanya itu, dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) juga berhasil dicetak dalam gelaran kali ini, yakni kategori pendaftar peserta terbanyak dalam lomba SMA Award serta karya cerpen terbanyak dari siswa SMA se-Jawa Timur, yang mencapai 10.329 karya.

“Semakin banyak siswa ikut, semakin luas pula efek positifnya. Dari sekolah di kota besar hingga pelosok desa, semua punya kesempatan yang sama untuk unjuk prestasi,” ujar Aries.

Dari ratusan ribu peserta, SMA Negeri 5 Surabaya berhasil keluar sebagai juara umum SMA Award 2025. Sekolah ini dinilai unggul dalam berbagai kategori, mulai dari inovasi pembelajaran hingga kepedulian lingkungan dan prestasi siswa.

Kemenangan ini menegaskan posisi SMA Negeri 5 Surabaya sebagai salah satu sekolah unggulan di Jawa Timur yang terus menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

SMA Award 2025 menjadi simbol nyata bahwa Jawa Timur tidak hanya melahirkan siswa cerdas, tapi juga berkarakter dan berdaya saing tinggi. Di tangan generasi muda inilah, Khofifah yakin, cita-cita Indonesia Emas 2045 akan menemukan pijakan yang kokoh, dimulai dari ruang-ruang kelas, panggung kreativitas, dan semangat belajar tanpa batas dari para pelajar Jawa Timur.(red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru