MERAHPUTIH I BANDUNG – Laga antara PERSIB dan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (27/10/2025), menyisakan satu momen yang membuat publik Maung Bandung menahan napas. Ramon “Tanque” De Andrade Souza, striker asal Brasil yang diharapkan menjadi mesin gol baru tim, sempat membobol gawang lawan sebelum Video Assistant Referee (VAR) menganulirnya karena pelanggaran hands ball.
Kekecewaan jelas terlihat di wajah Tanque. Ia menatap ke arah layar besar di stadion yang menayangkan ulang momen itu, sementara ribuan bobotoh di tribune ikut bergemuruh. Bagi penyerang yang dikenal punya tenaga eksplosif dan postur kokoh tersebut, gol itu seolah sudah menjadi jawaban atas penantian delapan laga tanpa torehan angka. Namun takdir berkata lain.
Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan
Meski belum bisa memecah kebuntuan, dukungan penuh datang dari juru taktik PERSIB, Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan, Tanque tetap memiliki kontribusi besar bagi tim walau belum tercatat di papan skor.
“Dia bekerja sangat keras. Dia selalu berduel dengan bek lawan, menjadi pemantul bagi rekan-rekannya, membuka ruang, dan terus berlari untuk menekan lawan,” ujar Hodak usai laga. “Dia pemain yang punya karakter berbeda dari striker lain yang kita miliki. Itu penting bagi keseimbangan permainan kami.”
Bagi Hodak, peran seorang penyerang tak semata diukur dari jumlah gol. Ia melihat, kehadiran Tanque di lini depan memberi efek domino positif bagi permainan PERSIB. Gerakannya menarik perhatian lawan, membuka peluang bagi winger dan gelandang untuk menusuk ke kotak penalti.
Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal
“Saya tahu situasi ini berat untuknya. Setiap striker tentu ingin mencetak gol, dan ketika itu belum terjadi, tekanan akan datang,” lanjut Hodak. “Tapi yang paling utama adalah semangatnya untuk tim. Selama dia terus bekerja keras dan memberikan ruang bagi pemain lain untuk mencetak gol, saya rasa itu sudah sangat berharga.”
Pernyataan Hodak itu sekaligus menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap Ramon belum luntur. Di tengah tuntutan bobotoh yang haus kemenangan, pelatih berusia 53 tahun itu memilih untuk melihat sisi kerja keras dan kontribusi tak terlihat dari penyerang asal Brasil tersebut.
“Gol memang penting, tapi kemenangan tim jauh lebih penting,” tegas Hodak. “Siapapun yang mencetak gol, yang utama adalah hasilnya untuk PERSIB.”
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
Kini, perjalanan Ramon De Andrade Souza bersama Maung Bandung masih panjang. Delapan pertandingan tanpa gol tentu bukan catatan yang diharapkan, namun dalam sepak bola, kepercayaan diri dan dukungan tim kerap menjadi bahan bakar utama untuk membalikkan keadaan.
Dan bagi PERSIB, selama “Tanque” masih terus berlari, berduel, dan berjuang di setiap jengkal lapangan, pintu menuju kebangkitan itu masih terbuka lebar.(red)
Editor : Redaksi