Tangguh di Tengah Duka: Pemprov Jatim Gerak Cepat Bantu Ponpes yang Tertimpa Musibah

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SITUBONDO – Langit kelabu menaungi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Besuki, Situbondo, Rabu (29/10/2025) lalu. Atap asrama putri yang selama ini menjadi tempat bernaung para santriwati mendadak ambruk, menyisakan kepedihan mendalam. Namun, di tengah duka itu, langkah cepat datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Pemprov langsung turun tangan. Tak menunggu lama, pada siang harinya tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, tiba di lokasi kejadian. Mereka bergerak bersama BPBD Kabupaten Situbondo dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami. Kami turut berduka atas musibah ini dan berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga besar pesantren,” ujar Gatot saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pimpinan Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah, KH Muhammad Hasan Ainul Ilmi.

Bantuan yang diserahkan mencakup material bangunan berupa 50 sak semen dan 150 lembar galvalum untuk memperbaiki atap yang roboh. Tak hanya itu, bantuan logistik juga digelontorkan, meliputi 15 terpal, 20 selimut, 10 paket family kit, 10 paket kidsware, dan 20 paket sandang wanita.

Gatot menegaskan, setiap kejadian bencana selalu meninggalkan pesan penting: perlunya kesiapsiagaan dan mitigasi di semua lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Pesantren adalah ruang hidup dan belajar bagi ribuan santri. Karena itu, penting bagi kita mengenalkan upaya mitigasi kebencanaan dan bahaya kebakaran agar mereka siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga memaparkan bahwa BPBD Jatim tengah memperluas jangkauan program Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bentuk edukasi dan pelatihan langsung bagi santri dan pengelola pesantren.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat yang tangguh menghadapi bencana. Pelatihan dan simulasi evakuasi akan terus kami perkuat,” tegasnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Tragedi ambruknya atap asrama putri ini menelan korban jiwa seorang santriwati bernama Putri Hemilia Oktaviantika (13), serta menyebabkan empat lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya luka berat.

Meski duka masih menyelimuti, solidaritas dan kepedulian terus mengalir. Kehadiran BPBD Jatim di lokasi menjadi penegasan bahwa pemerintah tak tinggal diam menghadapi derita rakyatnya.(red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru