Sebanyak 390.186 Siswa Jatim Siap Jalani Tes Kompetensi Akademik, Dindik Pastikan Infrastruktur Aman

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat meninjau pelaksanaan gladi bersih Tes Kompetensi Akademik di salah satu sekolah beberapa waktu lalu.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Jawa Timur kembali bersiap menghadapi hajatan besar di dunia pendidikan. Sebanyak 390.186 siswa dari 4.323 satuan pendidikan di seluruh provinsi akan mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang digelar serentak mulai Senin (3/11) hingga Kamis (6/11) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan seluruh persiapan berjalan lancar. Ia menyebut, hasil peninjauan selama gladi bersih menunjukkan antusiasme dan kesiapan tinggi dari para siswa.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Kami sudah meninjau beberapa sekolah selama gladi bersih berlangsung. Para siswa tampak siap dan lebih percaya diri menghadapi TKA pada Senin nanti,” ujar Aries di Surabaya, Jumat (31/10).

TKA tahun ini melibatkan 171.502 siswa SMA, 218.401 siswa SMK, 283 siswa SLB, dan 16.326 peserta Paket C. Dari total sekolah peserta, 4.177 sekolah menggelar TKA secara mandiri, sementara 146 sekolah lainnya menumpang karena keterbatasan fasilitas.

Menariknya, pelaksanaan ujian kali ini mengusung pendekatan teknologi yang kian matang. Sebanyak 3.026 sekolah menjalankan TKA full daring, dan 1.297 sekolah lainnya memilih sistem semi online menyesuaikan kondisi jaringan di wilayah masing-masing.

Aries menegaskan, aspek teknis menjadi perhatian utama agar pelaksanaan TKA berjalan tanpa hambatan. Dindik Jatim telah berkoordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan pasokan listrik stabil selama ujian berlangsung.

“PLN menjamin ketersediaan listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Begitu pula dengan jaringan internet yang kami pastikan tetap stabil agar pelaksanaan TKA semi online bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Meskipun tidak menjadi penentu kelulusan, TKA tetap memegang peran strategis. Hasil ujian ini akan menjadi validator nilai rapor bagi siswa yang mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Nilai TKA akan digunakan untuk memvalidasi nilai rapor agar proses seleksi ke perguruan tinggi negeri berlangsung objektif dan transparan,” tutur Aries.
Selain itu, hasil TKA juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi sekolah untuk mengukur capaian pembelajaran siswa pada berbagai mata pelajaran.

Aries mengingatkan para peserta agar tidak meremehkan TKA, meski sifatnya opsional. Ia menilai soal-soal berbasis literasi dan numerasi dalam TKA membutuhkan ketekunan serta pembiasaan dalam latihan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Soal seperti ini butuh latihan rutin. Kalau siswa tidak terbiasa membaca dan mengerjakan tipe soal literasi, mereka bisa kesulitan. Saya harap mereka memanfaatkan waktu tersisa untuk berlatih,” pesannya.

Melalui TKA, lanjut Aries, sekolah diharapkan dapat menilai sejauh mana siswa memahami dan menyerap ilmu selama proses pendidikan.

“Kita ingin tahu potensi anak-anak kita secara lebih objektif. Ini menjadi cermin bagi sekolah dalam memperbaiki kualitas pembelajaran ke depan,” pungkasnya.

Dengan kesiapan matang dan dukungan infrastruktur yang kuat, pelaksanaan TKA di Jawa Timur tahun ini diharapkan berjalan lancar dan memberi gambaran nyata tentang kualitas pendidikan di provinsi ujung timur Pulau Jawa. (dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru