MERAHPUTIH I BONDOWOSO – Di balik bentuknya yang tak seberapa besar, Jembatan Besuk di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Bondowoso, menyimpan peran penting bagi denyut ekonomi kawasan Tapal uda. Jembatan yang menghubungkan Bondowoso dan Situbondo itu akhirnya rampung dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (1/11/2025).
“Jembatan ini mungkin terlihat kecil, tapi fungsinya luar biasa besar. Ia bukan sekadar penghubung antarwilayah, tapi juga penggerak ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat,” kata Khofifah pada sambutannya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Proyek penggantian Jembatan Besuk digarap Dinas PU Bina Marga Jatim selama 240 hari, sejak 27 Februari hingga 24 Oktober 2025, dengan anggaran Rp 6,956 miliar. Struktur barunya kini berdiri kokoh dengan panjang 24,6 meter dan lebar 9 meter.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, menyebut, pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei yang menemukan kondisi jembatan lama sudah kritis dan berisiko. “Ini jalur penting yang menjadi urat nadi ekonomi Bondowoso–Situbondo selain jalur Arak-arak,” ujarnya.
Khofifah pun bercerita, saat proses perbaikan Jembatan Besuk berbarengan dengan perbaikan jalur Gumitir, situasi sempat menimbulkan efek domino. Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Ketapang ke sejumlah daerah pun ikut terganggu.
“Kita sampai harus rapat koordinasi lintas daerah, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Jember untuk mencari solusi agar distribusi BBM tetap aman. Dari situ terlihat betapa pentingnya konektivitas seperti ini,” tutur Khofifah.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tak sekadar memudahkan transportasi, tapi juga memperkuat hubungan antardaerah.
“Keterhubungan seperti ini harus dijaga bersama. Ini aset kita semua. Tolong dijaga dan dirawat,” pesannya kepada Camat dan warga setempat.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengaku lega sekaligus bersyukur. Kini akses warga kembali normal setelah beberapa bulan terhambat.
“Masyarakat Bondowoso dan Situbondo, bahkan wilayah Tapal Kuda, sudah bisa menikmati konektivitas yang lancar lagi,” ucapnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Tak berhenti di situ, Hamid juga mengusulkan agar jalur Bondowoso menuju Ijen bisa ditingkatkan menjadi jalan nasional.
“Itu akan membuka akses yang lebih luas antara Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Dampaknya besar, baik untuk sektor pangan maupun pariwisata,” jelasnya.
Khofifah menutup peresmian dengan nada optimistis. “Infrastruktur ini kecil secara ukuran, tapi besar maknanya. Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.(dpr)
Editor : Redaksi