MERAHPUTIH I SURABAYA — Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali bergetar oleh teriakan “Bonek! Bonek!” Minggu (2/11) malam. Setelah tiga laga tanpa kemenangan, akhirnya Persebaya Surabaya menemukan momentumnya lagi. Lewat perjuangan keras dan semangat pantang menyerah, tim Bajul Ijo sukses menumbangkan Persis Solo dengan skor tipis namun berarti, 2-1, pada lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-11.
Kemenangan ini terasa spesial, bukan hanya karena didapat di hadapan ribuan Bonek, tapi juga karena cara Persebaya melakukannya, bangkit dari ketertinggalan dan menutup laga dengan penuh karakter. Tambahan tiga poin ini membawa Persebaya naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan 14 poin, menggeser beberapa pesaing di papan tengah. Sementara bagi Persis Solo, kekalahan ini makin menenggelamkan mereka di zona merah, tepatnya posisi ke-17.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
Laskar Sambernyawa datang ke Surabaya tanpa rasa gentar. Mereka bahkan tampil lebih agresif di awal pertandingan. Tekanan yang mereka bangun sejak menit awal akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-15, Kodai Tanaka mencuri perhatian publik GBT lewat sepakan keras yang menembus gawang Persebaya.
Gol cepat itu seolah menyengat mental para pemain tuan rumah. Sebagian besar Bonek sempat terdiam, menatap ke arah bangku cadangan tempat pelatih Eduardo Perez berdiri dengan wajah tegang. Tapi Perez tahu, pertandingan belum selesai. Ia berteriak, memberi instruksi agar para pemain tetap bermain tenang dan sabar.
Persebaya mencoba menekan balik. Serangan demi serangan digulirkan lewat sayap, terutama dari pergerakan lincah Gali Freitas yang menjadi motor serangan. Namun barisan belakang Persis tampil cukup solid hingga menit-menit akhir babak pertama.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Ketika banyak yang mulai pasrah menanti peluit turun minum, momen kebangkitan itu datang. Di menit ke-43, Gali Freitas melepas umpan matang ke jantung pertahanan Persis. Mihailo Perovic, yang lepas dari kawalan, tak menyia-nyiakan peluang itu. Satu sentuhan, satu tembakan dan bola bersarang di pojok gawang. GBT meledak. Skor 1-1 membuat suasana berubah total.
Memasuki babak kedua, Persebaya semakin percaya diri. Irama permainan mereka mengalir lebih hidup, tekanan lebih terarah. Hanya berselang enam menit setelah restart, kesalahan fatal dari kiper Persis, Muhammad Riyandi, menjadi bencana. Bola buangannya tak sempurna, dan Francisco Rivera, gelandang flamboyan asal Meksiko dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong. 2-1 untuk Persebaya, dan sorak-sorai seolah mengguncang langit Surabaya.
Usai berbalik unggul, Persebaya bermain lebih disiplin. Barisan belakang yang dikomandoi Dejan Tumbas tampil kokoh, mematahkan setiap upaya Persis untuk menyamakan skor. Sesekali Persis mencoba menekan lewat umpan-umpan silang, tapi penjaga gawang Persebaya, Ernando Ari, tampil sigap di bawah mistar.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Di sisi lapangan, Eduardo Perez terlihat puas tapi tetap waspada. Ia tahu, kemenangan ini penting bukan hanya untuk klasemen, tapi juga untuk mental tim. “Kami butuh kemenangan ini, bukan cuma untuk tiga poin, tapi untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan suporter,” ujar Perez usai laga.(red)
Editor : Redaksi