MERAHPUTIH I SURABAYA – Harapan masyarakat Jawa Timur untuk segera menikmati konektivitas penuh jalur tol di kawasan timur provinsi tampaknya bakal segera terwujud. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membawa kabar menggembirakan: Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) segmen Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton diproyeksikan beroperasi sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kabar itu disampaikan Emil usai menjadi keynote speaker dalam acara Kick Off Pelatihan Pendampingan Kopdes Merah Putih di Surabaya, Senin (3/11/2025). Dengan nada optimistis, mantan Bupati Trenggalek itu menyebut bahwa proses uji kelayakan teknis untuk segmen tol tersebut sedang dalam tahap akhir.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Update Tol Probowangi, mohon doa restunya mudah-mudahan sebelum Nataru 2025 ini sudah bisa dioperasikan penuh dari segmen Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton,” ujar Emil optimistis.
Menurut Emil, Pemprov Jatim telah berkoordinasi secara intens dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk mempercepat proses sertifikasi dan uji kelayakan teknis dua segmen itu. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga ini menjadi kunci utama agar proyek strategis nasional tersebut bisa segera dinikmati masyarakat.
“Segmen Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton sudah diajukan. Saya sudah bicara langsung dengan BPJT bahwa proses uji kelayakan teknis sedang berjalan. Kita tinggal menunggu hasil akhir agar bisa segera dibuka untuk umum,” ungkapnya.
Tol Probowangi memang menjadi salah satu proyek strategis yang paling dinanti masyarakat di kawasan Tapal Kuda, wilayah yang mencakup Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Banyuwangi. Jalan tol ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas barang, wisatawan, dan distribusi logistik di jalur pantai utara timur Jawa Timur yang selama ini padat dengan kendaraan.
Bila dua segmen baru ini resmi beroperasi, masyarakat akan dapat menempuh perjalanan dari Probolinggo ke Paiton hanya dalam waktu sekitar 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan dua jam perjalanan melalui jalur pantura biasa.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Emil menegaskan bahwa manfaat dari tol ini tidak hanya akan dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor industri dan pariwisata.
“Tol ini akan menjadi urat nadi ekonomi baru di kawasan Tapal Kuda. Akses menuju destinasi wisata seperti Pantai Bentar, Taman Nasional Baluran, hingga Kawah Ijen akan semakin mudah. UMKM lokal pun bisa ikut terdorong karena arus logistik lebih efisien,” jelasnya.
Tidak berhenti di situ, Emil juga mengabarkan bahwa pembangunan segmen Paiton–Besuki menunjukkan progres positif. Bila berjalan sesuai rencana, ruas ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026.
“Segmen Paiton–Besuki terus menunjukkan perkembangan yang baik. Kami berharap tahun depan sudah bisa masuk tahap uji kelayakan sehingga 2026 bisa beroperasi,” kata Emil.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Tol Probowangi sendiri merupakan bagian penting dari jaringan tol trans-Jawa yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Bila seluruh segmen telah rampung, masyarakat akan bisa menempuh perjalanan darat dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa tanpa harus keluar dari jalur tol.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperjuangkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah, bukan hanya di kawasan metropolitan Surabaya.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di Surabaya atau Gresik saja. Tapal Kuda, Mataraman, dan Madura harus merasakan manfaat yang sama dari kemajuan Jawa Timur,” tegas Emil.(red)
Editor : Redaksi