Di Tengah Kendala, Jatim Justru Cetak Ketangguhan Akademik

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua di SMA Negeri 5 Surabaya, Rabu (5/11)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Rabu (5/11), ia turun langsung meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua di SMA Negeri 5 Surabaya.

Dalam kunjungan yang berlangsung di hari ketiga pelaksanaan TKA nasional ini, Khofifah tampak berbaur dengan para siswa. Ia menyapa satu per satu peserta ujian sambil memberi motivasi agar mereka tetap tenang dan fokus.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Keluarkan kemampuan terbaik kalian. Kami semua mendoakan agar pelaksanaan TKA berjalan lancar,” ujar Khofifah dengan senyum khasnya.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI, Biyanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai, serta Kepala SMAN 5 Surabaya Sukirin Wikanto.

Khofifah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA gelombang kedua di Jatim secara umum berjalan baik dan tertib. Meski begitu, ia tak menampik masih ada sejumlah kendala teknis di beberapa sekolah.

“Seperti di SMAN 6 Malang, sempat ada pemadaman listrik akibat pohon tumbang. Tapi itu sudah tertangani dan siswa akan ikut ujian susulan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PLN Jatim telah memberikan pendampingan penuh untuk memastikan tidak ada gangguan besar selama ujian berlangsung.

“Yang penting semangat anak-anak jangan sampai turun. Semua bisa diatasi dengan koordinasi cepat,” tambahnya.

Dari data Dinas Pendidikan Jatim, lebih dari 390 ribu siswa SMA/SMK dan sederajat mengikuti TKA tahun ini. Angka itu termasuk peserta ujian kesetaraan paket C.

Khofifah memastikan bahwa TKA tidak akan mempengaruhi kelulusan siswa, tetapi menjadi bagian penting dalam proses standardisasi akademik menuju perguruan tinggi.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Tes ini menjadi tolok ukur kesiapan anak-anak kita ketika masuk perguruan tinggi tanpa tes. Dan alhamdulillah, enam tahun berturut-turut Jawa Timur selalu jadi provinsi dengan penerimaan PTN tertinggi di Indonesia,” tegas mantan Menteri Sosial RI itu.

Dengan torehan tersebut, Khofifah menargetkan agar prestasi itu terus berlanjut.
“Rentang skor siswa Jatim dengan provinsi lain cukup signifikan. Artinya semangat belajar dan dukungan seluruh stakeholder di Jatim luar biasa. Ini harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Staf Ahli Kemendikdasmen RI, Biyanto, mengaku kagum dengan perhatian besar Gubernur Khofifah terhadap pelaksanaan TKA. Ia menyebut, tidak banyak kepala daerah yang terlibat langsung memantau ujian dari tahap gladi bersih hingga pelaksanaan.

“Ibu Gubernur ini satu-satunya kepala daerah yang benar-benar turun langsung memantau dan memberi semangat ke siswa. Pak Menteri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari beliau,” kata Biyanto.

Ia menambahkan, meski ada beberapa insiden kecil, pelaksanaan TKA secara keseluruhan berjalan sukses. “Lima tahun kita tidak punya ujian nasional berskala besar, jadi wajar ada penyesuaian. Tapi secara umum lancar. Semua laporan kendala akan segera kami tindak lanjuti dan evaluasi,” ujarnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

SMAN 5 Surabaya yang menjadi lokasi kunjungan Gubernur memiliki 335 peserta TKA, dibagi dalam dua sesi: pukul 07.30–09.30 WIB dan 10.30–12.30 WIB.
Sebanyak lima laboratorium komputer disiapkan, dengan dukungan 56 guru, 16 tenaga administrasi, 10 petugas keamanan, serta sejumlah petugas kebersihan untuk memastikan ujian berjalan tertib dan nyaman.

Kunjungan Khofifah di tengah pelaksanaan TKA bukan sekadar simbol kehadiran seorang pemimpin. Lebih dari itu, ia ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi.

“Anak-anak ini generasi emas kita. Mereka harus terus dijaga semangatnya. Dan kami di Pemprov Jatim akan terus hadir mendukung,” pungkas Khofifah.

Dengan komitmen dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Jawa Timur tampaknya siap mempertahankan predikatnya sebagai provinsi dengan prestasi akademik terbaik di Indonesia, sekaligus rumah bagi para calon pemimpin masa depan negeri.(dpr)
 
 
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru