MERAHPUTIH I KEDIRI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan bahwa pengurus Dekranasda harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah, bukan sekadar simbol seremonial. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri masa bakti 2025–2030 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Selasa (11/11).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berdasarkan Surat Keputusan Dekranasda Provinsi Jatim Nomor 125/19.02/Dekran.Jatim/SK/IX/2025. Kegiatan ini juga dirangkai dengan gelaran Kediri Fashion Batik Festival (KFBF), yang menjadi ruang apresiasi bagi perajin batik sekaligus promosi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Dalam sambutannya, Arumi menegaskan pentingnya sinergi antar-Dekranasda di berbagai daerah untuk memperkuat posisi industri kreatif lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
“Dekranasda adalah jembatan antara perajin, pemerintah, dan masyarakat. Melalui pelatihan, promosi, dan pameran, kita memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi daerah,” ujar Arumi.
Ia menekankan agar pengurus tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan fokus pada program berkelanjutan seperti pembinaan perajin pemula, pelatihan digital marketing, serta fasilitasi permodalan dan promosi.
Arumi juga menyoroti sinergi Dekranasda dengan Tim Penggerak PKK, yang menurutnya memiliki visi serupa dalam pemberdayaan keluarga dan perempuan.
“Dekranasda dan PKK itu ibarat dua sisi mata uang—saling menguatkan. Keduanya berperan besar dalam menciptakan keluarga yang produktif dan berdaya ekonomi,” tegasnya.
Gelaran Kediri Fashion Batik Festival tahun ini menjadi momentum untuk menampilkan keindahan sekaligus filosofi Batik Kediri, seperti motif Dhoho, Candi Tegowangi, Lidah Api, dan Simpang Lima Gumul.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Motif batik Kediri bukan hanya estetika, tapi juga cerminan karakter masyarakatnya yang tekun dan berbudaya,” tambah Arumi.
Ia berharap KFBF menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan agar perajin dan UMKM lokal memiliki ruang promosi yang lebih luas, baik di pasar regional maupun nasional.
Selain itu, Arumi mendorong agar Dekranasda beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di bidang pemasaran digital.
“Produk lokal harus punya identitas kuat dan kualitas yang bersaing. Di era digital, pemasaran online adalah kunci utama untuk menembus pasar global,” tuturnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Arumi menutup sambutannya dengan ajakan agar pengurus baru menjadikan momentum pengukuhan ini sebagai titik awal transformasi Dekranasda.
“Dekranasda bukan hanya wadah seremoni, tetapi rumah bagi ide kreatif dan inovasi. Dari tangan-tangan kreatif inilah karya membanggakan Jawa Timur lahir dan dikenal dunia,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan peragaan busana karya perajin lokal yang memadukan batik tradisional dan desain modern, menjadi simbol sinergi antara budaya dan inovasi yang terus hidup di Bumi Kediri. (red)
Editor : Redaksi