MERAHPUTIH I SURABAYA – Pendidikan vokasi Jawa Timur kembali menorehkan cerita manis. Dalam misi dagang dan investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT), aroma kopi buatan siswa SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, berhasil mencuri perhatian dan laris manis hingga 350 cangkir habis terjual.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan keterlibatan sekolah binaannya di ajang misi dagang antardaerah ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan vokasi.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Anak-anak SMK ini tidak sekadar belajar teori. Mereka benar-benar praktik langsung bersama mentor profesional untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan punya daya saing,” ujar Aries, Senin (10/11/2025).
Partisipasi SMKN 1 Turen yang membawa produk Teaching Factory (Tefa) Kopi ini menjadi simbol bahwa pendidikan vokasi bisa menembus batas kelas dan tampil di gelanggang ekonomi nasional.
Ajang misi dagang tersebut diikuti 155 pelaku usaha, terdiri atas 55 dari Jawa Timur dan 100 dari NTT. Mereka menampilkan beragam sektor unggulan, mulai hasil bumi, industri olahan, produk perikanan, tekstil, hingga UMKM kreatif daerah.
Menurut Aries, langkah ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri yang memberi hasil konkret.
“Ini pertama kalinya sekolah vokasi binaan Dindik Jatim ikut misi dagang. Dan hasilnya luar biasa,” tuturnya bangga.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Lebih dari sekadar ajang promosi dan transaksi, Aries menilai misi dagang juga menjadi ruang pembelajaran lintas sektor. Dunia pendidikan, kata dia, bisa ikut bergerak dan berkontribusi dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.
“Kegiatan ini membuka peluang kerja sama ekonomi sekaligus ruang kreasi bagi generasi muda untuk berinovasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma memberikan apresiasi tinggi kepada siswa-siswa Jatim yang turut membawa semangat kolaborasi ke wilayah timur Indonesia.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Kami berharap ke depan ada kerja sama antarsekolah vokasi Jatim dan NTT, khususnya di bidang pengolahan kopi dan industri kreatif. Sinergi ini penting untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK di wilayah timur,” ujar Johanis.
Misi dagang Jatim–NTT 2025 ini menjadi yang ke-10, melanjutkan rangkaian 45 kali misi dagang dalam negeri yang telah digelar sejak 2019. Dua di antaranya dilakukan bersama NTT, membuktikan eratnya jalinan kerja sama ekonomi lintas provinsi.
Dan di antara geliat transaksi miliaran rupiah, secangkir kopi buatan tangan siswa vokasi Jatim menjadi simbol bahwa pendidikan yang relevan bisa ikut membangun ekonomi bangsa dari ruang kelas hingga pasar nasional. (dpr)
Editor : Redaksi