Khofifah Minta Warga Semeru Utamakan Keselamatan, Hindari Ambil Gambar dari Jarak Berbahaya

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I SURABAYA — Erupsi besar kembali mengguncang Gunung Semeru pada Rabu (19/11) sore, memaksa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan himbauan tegas kepada warga di sekitar lereng. Ia meminta masyarakat mengutamakan keselamatan, saling berkoordinasi, dan tidak nekat merekam aktivitas gunung dari jarak yang membahayakan.

“Penjelasan lebih lanjut melalui rilis nanti setelah mendarat di Surabaya,” ujar Khofifah lewat pesan singkat WhatsApp. Saat erupsi terjadi, Gubernur tengah dalam perjalanan dari Kendari usai menghadiri Misi Dagang dan Investasi.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Menurut laporan yang diterima Khofifah dari BPBD Jawa Timur dan dipublikasikan melalui akun Instagram pribadinya, aktivitas Semeru meningkat drastis dalam hitungan jam. Awan panas guguran tercatat mulai muncul pada pukul 14.13 WIB, disusul kenaikan status dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.

Luncuran awan panas disebut mencapai hingga 14 kilometer dari puncak, mengarah ke wilayah utara dan menyapu jalur menuju Besuk Kobokan. Amplitudo maksimum tercatat 34 mm, menandakan gemuruh aktivitas vulkanik yang signifikan. Jalan di sekitar Jembatan Gladak Perak telah ditutup total demi keamanan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Di tiga kecamatan terdampak, Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung—aroma belerang mulai dirasakan warga dan mengganggu pernapasan. Pemerintah daerah telah menyiapkan titik-titik pengungsian, antara lain Balai Desa Oro-Oro Ombo, SD Oro-Oro Ombo 03, dan Balai Desa Penanggal untuk warga area Gunung Sawur.

Sementara itu, berbagai upaya penanganan terus digenjot. Pusdalops PB BPBD Jatim berkoordinasi intensif dengan PPGA Semeru dan BPBD Lumajang. Tim BPBD Lumajang melakukan monitoring lapangan, patroli, hingga evakuasi warga. Petugas TRC juga mengendalikan arus pergerakan warga agar proses penyelamatan berjalan aman serta mendistribusikan masker kepada penduduk yang masih berada di area terdampak. Penyisiran ke wilayah Gunung Sawur pun terus dilakukan untuk memastikan tak ada warga tertinggal.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

Khofifah menekankan pentingnya mengikuti arahan seluruh aparat di lapangan. “Mohon masyarakat mengikuti arahan pihak berwenang,” tulisnya. Ia meminta semua pihak tetap tenang, menjaga komunikasi, dan segera menuju lokasi pengungsian yang telah disiapkan demi keselamatan bersama.

Gunung Semeru, yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan bahwa kewaspadaan adalah keharusan. Pemerintah kini siaga penuh, sementara warga diharapkan tidak hanya waspada, tetapi juga disiplin menjauhi zona bahaya. (red)
 
 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru