Status Awas Belum Dicabut, Khofifah Optimalkan Penanganan Pengungsi Semeru

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke wilayah terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Kamis (20/11). Sejak pagi, orang nomor satu di Jatim itu bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat, terukur, dan berada dalam koridor keselamatan warga.

Khofifah memulai peninjauan dari titik pengungsian di SDN 4 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, melihat kondisi warga serta kesiapan layanan kesehatan. Ia kemudian mengecek Dapur Umum, meninjau Desa Sumbersari, hingga memastikan kondisi Jembatan Gladak Perak yang selama ini menjadi salah satu akses vital mobilitas warga.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam keterangannya, Khofifah menegaskan bahwa meski erupsi dinyatakan berakhir, status Gunung Semeru masih berada di Level IV atau Awas. Getaran banjir memang sudah tidak terekam, namun risiko aktivitas vulkanik masih harus diantisipasi.

“Memang sudah berakhir tapi statusnya masih Awas. Kesiapsiagaan tetap harus dilakukan, dan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Data BPBD Jawa Timur per Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB mencatat sebanyak 346 warga mengungsi di dua kecamatan terdampak, Pronojiwo dan Candipuro.

Di Pronojiwo, titik pengungsian tersebar di Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 04 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah, serta Masjid Nurul Jadid. Sementara di Candipuro, warga ditempatkan di Balai Desa Penanggal, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, dan rumah Kepala Desa Sumbermujur.

Di SDN 04 Supiturang, lokasi yang dikunjungi Khofifah, terdapat 64 jiwa yang masih bertahan. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi perhatian serius tim di lapangan.

“Di titik kumpul pengungsi, tenaga kesehatan dari puskesmas sudah turun. Penguatan kesehatan itu penting agar setiap warga termonitor kondisinya,” jelas Khofifah.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Ia menyebut beberapa pengungsi mengalami tekanan psikologis akibat erupsi. Kondisi seperti lonjakan tensi hingga gejala ISPA membutuhkan intervensi cepat. Fasilitas pengungsian dinilai sudah tertata baik, terutama pemisahan ruang anak, lansia, dan keluarga, meski masih perlu penyesuaian agar ruang gerak lebih longgar.

Dalam kunjungannya, Khofifah menyempatkan berdialog dengan warga mengenai kebutuhan mendesak mereka. Ia juga membagikan paket mainan untuk anak-anak sebagai bentuk dukungan psikologis agar mereka tetap terhibur di tengah situasi sulit.

Tak hanya itu, Khofifah ikut mencoba memasak makanan siap saji yang kemudian dibagikan kepada warga. Makanan tersebut merupakan bagian dari bantuan Pemprov Jatim untuk pengungsi.

Ia juga mendatangi Dapur Umum Tagana Dinsos Lumajang di Balai Desa Sumberurip yang pagi itu menyiapkan 200 nasi bungkus.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Dapur umum sudah menyiapkan makanan untuk semua keluarga. Kita perkuat kebutuhan dasar dan layanan kesehatan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025.

APG tercatat terjadi sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi 14.283 detik, meluncur lebih dari 13 kilometer menuju Tenggara–Selatan (Besuk Kobokan).

Meski getaran banjir sudah tidak terekam sejak pukul 19.56 WIB sehari sebelumnya, status Awas tetap diberlakukan demi menjaga kewaspadaan dan mitigasi risiko lanjutan.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru