Pemkot Surabaya Apresiasi 26 Pelaku Usaha Taat Lingkungan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada 26 pelaku usaha yang dinilai patuh dan inovatif dalam pengelolaan lingkungan hidup. Apresiasi tersebut diserahkan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Graha Sawunggaling, Kamis (18/12/2025).

Wali Kota Eri menegaskan, kepatuhan lingkungan bukan sekadar pemenuhan administrasi perizinan, melainkan tanggung jawab moral demi keberlanjutan kota bagi generasi mendatang. Ia mengajak para pengusaha membangun usaha dengan kejujuran, menjaga ekosistem, serta memperhatikan dampak sosial bagi warga sekitar.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Keamanan Nataru 2025–2026

“Kota ini jangan dirusak. Harus kita wariskan dalam kondisi baik. Saya ingin membangun kepercayaan dan kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha,” ujar Eri.

Ke depan, Eri meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerapkan sistem penilaian dengan standar minimal yang transparan. Dengan skema tersebut, seluruh pelaku usaha yang memenuhi ambang batas akan mendapat predikat terbaik, tanpa pembatasan jumlah penerima penghargaan.

Baca juga: Surabaya Borong Rekor MURI, Inovasi Tembus 1.214 dalam Setahun

Sementara itu, Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menyampaikan, selama periode pengawasan 2024–2025, pihaknya memantau sekitar 200 kegiatan usaha lintas sektor. Hasilnya, 26 usaha masuk kategori terbaik dan inovatif, 160 taat, serta 40 dinilai kurang tanggap.

“Pengawasan dilakukan langsung di lapangan, mulai dari operasional IPAL hingga pengelolaan limbah B3. Tidak hanya dokumen, tapi fakta di lapangan,” kata Dedik.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Pangan Jelang Nataru

DLH juga telah memberikan pembinaan dan sanksi administratif kepada pelaku usaha yang belum patuh, terutama terkait penyesuaian kapasitas IPAL akibat pengembangan usaha.

Selain penganugerahan, acara tersebut dirangkai dengan penggalangan donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana di Sumatra dan Aceh.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru