MERAHPUTIH I BOJONEGORO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi tumpuan pemenuhan gizi bagi pelajar dan ibu hamil di Kabupaten Bojonegoro mengalami gangguan serius. Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan operasional sementara sejak awal Desember 2025. Dampaknya tidak kecil, sedikitnya 42 ribu penerima manfaat kini tak lagi menerima layanan makan bergizi.
Penghentian operasional tersebut terjadi secara bertahap sejak 1 hingga 15 Desember 2025. Dugaan kuat, terhentinya aktivitas dapur MBG dipicu belum cairnya dana operasional yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Badan Gizi Nasional (BGN) melalui skema Virtual Account (VA). Akibatnya, distribusi ribuan porsi makanan bergizi per hari terpaksa dihentikan.
Baca juga: Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan di Cilincing, Pastikan Perawatan Maksimal
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar kelompok rentan, khususnya anak sekolah dan ibu hamil. Di Bojonegoro, setiap SPPG rata-rata melayani sekitar 3.000 porsi makanan per hari. Dengan berhentinya 14 dapur, estimasi penerima manfaat yang terdampak mencapai sekitar 42 ribu orang.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh satuan pendidikan. Di SLB Negeri Sumbang, misalnya, penyaluran MBG telah berhenti sejak awal bulan. Kepala SLB Negeri Sumbang, Muslihati, membenarkan tidak adanya distribusi makanan bergizi di sekolahnya sejak 1 Desember 2025.
“Per tanggal 1 Desember 2025 memang tidak ada penyaluran MBG di sekolah kami,” ujar Muslihati.
Berdasarkan data hingga November 2025, tercatat 97 siswa SLB Negeri Sumbang terdaftar sebagai penerima manfaat Program MBG. Pihak SPPG yang selama ini menyuplai makanan menyampaikan bahwa penyaluran akan kembali dilanjutkan setelah dana operasional yang tertunda diterima.
Hingga kini, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait penghentian sementara operasional tersebut. Namun, data yang dihimpun menunjukkan 14 SPPG yang berhenti beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Purwosari, Kedungadem, Baureno, Dander, Kepohbaru, Kasiman, Sumberrejo, Kapas, Ngasem, Ngambon, hingga wilayah perkotaan Bojonegoro.
Situasi ini mendapat perhatian serius dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Orang nomor satu di Bojonegoro itu mengaku telah menerima laporan sejak awal Desember 2025 dan langsung merespons dengan mengirimkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional.
Baca juga: Panen Raya di Guyangan: “Aku Hatinya PKK” Tumbuhkan Kemandirian Pangan dan Perangi Stunting
“Sampai dengan tanggal 15 kemarin kita sudah menerima laporan,” kata Wahono.
Meski enggan memperpanjang polemik terkait penyebab terhentinya operasional SPPG, Bupati Wahono menyayangkan terhentinya distribusi Program MBG yang selama ini dinantikan masyarakat. Menurutnya, manfaat program tersebut sangat dirasakan oleh siswa sekolah dan ibu hamil sebagai kelompok prioritas.
“Kita telah mengirimkan surat ke Badan Gizi Nasional bahwa sejumlah SPPG di Kabupaten Bojonegoro kini tidak beroperasi,” ujarnya.
Wahono berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat segera kembali berjalan normal. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program ini demi mendukung pemenuhan gizi generasi muda dan kelompok rentan di daerah.
Baca juga: Bojonegoro Angkat Tema Migas Darat di Forum Pemimpin Geopark Indonesia
“Harapan kami kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, sehingga anak-anak sekolah maupun ibu hamil sebagai penerima manfaat dapat kembali menerima program yang mulia ini,” pungkasnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, berikut 14 SPPG yang sementara menghentikan penyaluran MBG karena dana Bantuan Pemerintah dari Badan Gizi Nasional belum dicairkan:
- SPPG Karangpacar Mitra Mandiri, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Karangpacar, Kota Bojonegoro
- SPPG Kapas Mitra Mandiri, Jalan Raya Stasiun Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kapas
- SPPG Kendung, Dusun Kendung RT 05/RW 02, Kecamatan Kedungadem
- SPPG Sumuragung, Dusun Grogolan RT 004/RW 001, Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno
- SPPG Mojoranu, Jalan Raya Dander, Desa Mojoranu RT 016/RW 005, Kecamatan Dander
- SPPG Gajah Mitra Mandiri, RT 01/RW 07, Desa Gajah, Kecamatan Baureno
- SPPG Brangkal 2 Mitra Mandiri, Jalan Raya Kepohbaru, Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru
- SPPG Cengkir Mitra Mandiri, Dusun Klampok, Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru
- SPPG Batokan Mitra Mandiri, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman
- SPPG Kepoh Mitra Mandiri, Jalan Semanding, Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru
- SPPG Pejambon Mitra Mandiri, Jalan Masjid RT 03/RW 01, Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo
- SPPG Dukohkidul 1 Mitra Mandiri, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem
- SPPG Ngambon Mitra Mandiri, Jalan Raya Tambakrejo–Ngambon, Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon
- SPPG Pelem Mitra Mandiri, Desa Pelem, Kecamatan Purwosari
Pemerintah daerah kini menanti langkah cepat dari pemerintah pusat agar hambatan pendanaan segera teratasi dan layanan makan bergizi gratis kembali menjangkau puluhan ribu warga Bojonegoro yang membutuhkan.(red)
Editor : Redaksi