MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mulai menggeber penerapan sistem parkir nontunai secara bertahap. Melalui Dinas Perhubungan, uji coba akan dilakukan secara masif hingga Januari 2026, sebelum diberlakukan penuh pada Februari tahun depan.
Dalam skema ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran parkir menggunakan kartu e-Toll atau e-Money, serta alternatif pembayaran digital melalui QRIS. Untuk mendukung operasional di lapangan, para juru parkir (jukir) resmi akan dibekali perangkat Electronic Data Capture (EDC) maupun aplikasi khusus yang terpasang di ponsel.
Baca juga: Pedagang Pasar Keputran Selatan Mulai Tempati TPS, Revitalisasi Segera Bergulir
“Target kami per Februari 2026, sistem ini sudah berlaku penuh di 1.510 titik lokasi parkir di Surabaya, dengan total 1.749 jukir resmi,” ujar Trio.
Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut akan dilakukan dalam dua gelombang. Pada pertengahan Januari 2026, parkir nontunai mulai diterapkan di 717 titik. Selanjutnya, pada akhir Januari akan menyusul 716 titik lokasi lainnya. “Pada Februari nanti, seluruh wilayah Surabaya sudah serentak menggunakan sistem ini,” tambahnya.
Menurut Trio, kartu e-Toll menjadi opsi utama karena dinilai lebih praktis dan cepat dibandingkan QRIS. Pasalnya, pembayaran QRIS masih berpotensi terkendala jaringan atau proses membuka aplikasi perbankan di ponsel.
Baca juga: Pemkot Surabaya Apresiasi 26 Pelaku Usaha Taat Lingkungan
Untuk menjamin transparansi dan akurasi data, Dishub Surabaya juga menyiapkan sistem pengawasan berbasis teknologi. Sebanyak 50 unit CCTV portabel akan dipasang di sejumlah titik strategis guna memantau jumlah kendaraan secara real-time.
“CCTV ini sifatnya portabel dan bisa dipindah-pindahkan. Setelah dipasang di satu lokasi, misalnya Jalan Sedap Malam, bisa digunakan lagi di Jalan Tunjungan atau titik lainnya,” jelas Trio.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Keamanan Nataru 2025–2026
Meski demikian, selama masa uji coba hingga Januari 2026, pembayaran parkir secara tunai masih tetap dilayani. Pemerintah berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem baru ini sebelum diterapkan sepenuhnya.
“Selama uji coba, tunai masih diterima. Harapannya Februari sudah berjalan menyeluruh. Untuk tarif tetap sama, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil,” pungkasnya.(sub)
Editor : Redaksi