MERAHPUTIH I SURABAYA – Diana Amaliyah Verawatiningsih resmi menahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan setelah ditetapkan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Empire Palace, Surabaya, Sabtu (20/12/2025). Penetapan ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi politik PDI Perjuangan Magetan dengan orientasi tegas pada keberpihakan kepada rakyat kecil.
Sasa, sapaan akrab Diana AV , langsung menegaskan arah politik DPC PDIP Magetan ke depan tidak boleh tercerabut dari realitas kehidupan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa partai harus kembali menjadi alat perjuangan rakyat, bukan sekadar kendaraan elektoral yang aktif menjelang pemilu.
Baca juga: Armuji Pimpin Banteng Surabaya, Tekankan Politik Hadir untuk Rakyat
“Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Magetan hari ini menunjukkan bahwa politik tidak boleh menjauh dari kehidupan sehari-hari rakyat. Sikap politik yang kami tetapkan ini menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk bekerja, mendengar, dan berpihak,” ujar Sasa.
Dalam kepemimpinannya, fokus penguatan ekonomi rakyat menjadi garis utama perjuangan. Sasa menyoroti menurunnya daya beli masyarakat, lemahnya ketahanan pasar tradisional, hingga persoalan struktural yang membelit petani dan pelaku UMKM di daerah. Menurutnya, seluruh persoalan tersebut tidak bisa dijawab dengan kebijakan simbolik, melainkan harus direspons melalui langkah konkret yang terukur dan berkelanjutan.
“Orientasi kami jelas, ekonomi harian rakyat. Ukuran keberhasilan politik bukan laporan di atas kertas, tapi sejauh mana kebijakan itu betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata sasa.
Selain ekonomi, isu sosial dan kemanusiaan juga ditempatkan sebagai prioritas utama. Sasa menilai perlindungan terhadap kelompok rentan, mulai dari masyarakat miskin, perempuan, anak, hingga lansia merupakan tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa struktur partai dan kader PDIP, terutama yang memegang jabatan publik, harus hadir di tengah persoalan rakyat.
“Keselamatan warga dan perlindungan sosial bukan opsi, tapi kewajiban. Negara dan partai tidak boleh absen ketika rakyat menghadapi kesulitan,” tegasnya.
Baca juga: Said Abdullah Mantap Pimpin PDIP Jatim, Bidik Lompatan Elektoral Lewat Agenda Kerakyatan
Di bidang lingkungan hidup, DPC PDI Perjuangan Magetan di bawah kepemimpinan Sasa mengambil sikap tegas terhadap pola pembangunan yang mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian alam. Ia mengingatkan bahwa bencana ekologis seperti banjir dan longsor harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar tidak menjadikan alam sebagai korban atas nama pertumbuhan ekonomi semata.
“Lingkungan hidup bukan diwariskan untuk dirusak, tetapi dijaga demi masa depan generasi berikutnya. Pembangunan yang mengorbankan keselamatan warga adalah pembangunan yang keliru,” ucapnya.
Tak kalah penting, Sasa juga menekankan pentingnya profesionalitas dan integritas kader partai. Ia mewajibkan seluruh kader, terutama yang mengemban amanah jabatan publik, untuk bekerja secara transparan, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan. Kepercayaan publik, kata dia, hanya bisa dibangun melalui kerja nyata yang konsisten dan dapat diuji.
Baca juga: Hasto: Jawa Timur Harus Jadi Tiang Penyangga Bangsa
Dalam kerangka tersebut, generasi muda ditempatkan sebagai subjek strategis dalam demokrasi dan pembangunan daerah. Sasa mendorong kader muda PDIP Magetan untuk tampil sebagai pelopor perubahan, bukan sekadar pelengkap struktur.
“Kepercayaan publik tidak dibangun dari manuver sesaat, tetapi dari kerja konsisten yang dapat diuji oleh rakyat,” pungkasnya.
Konfercab PDIP Magetan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi ideologis dan organisatoris partai banteng di tingkat daerah, guna memastikan seluruh mesin partai bergerak seirama dengan garis perjuangan kerakyatan PDI Perjuangan. Dengan kepemimpinan baru, PDIP Magetan menegaskan tekad untuk kembali menjejak tanah, menyatu dengan denyut kehidupan rakyat.(dpr)
Editor : Redaksi