Surabaya Perketat Penggunaan Gawai Anak, Fokus Lindungi Karakter dan Prestasi

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas namun terukur dalam melindungi anak dari dampak negatif dunia digital. Melalui Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025, Pemkot membatasi penggunaan gawai dan internet bagi anak demi menjaga karakter, keselamatan, serta kualitas pendidikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan ini bukan larangan total, melainkan upaya pengendalian dan pengawasan. Anak dinilai belum memiliki kemampuan menyaring konten secara mandiri, sehingga peran orang tua dan guru menjadi kunci utama.

Baca juga: Khofifah Turun ke Simolawang Surabaya, Pasar Murah Jadi Ruang Harapan Warga

“Digitalisasi membawa manfaat besar, tapi tanpa pengawasan bisa merusak karakter anak,” ujar Eri, Sabtu (27/12/2025).

Di sekolah, siswa hanya boleh menggunakan gawai atas izin guru untuk kepentingan belajar atau kondisi darurat. Guru dan tenaga pendidik juga diminta tidak menggunakan ponsel saat mengajar agar interaksi belajar lebih optimal. Sementara di rumah, orang tua diminta membatasi durasi penggunaan gawai maksimal dua jam per hari dan memastikan pemakaian dilakukan di ruang terbuka dengan pengawasan langsung.

Baca juga: Empati yang Menjadi Teknologi, Lima Pelajar Surabaya Ciptakan Robot Sahabat Anak Autis

Kebijakan ini dilatarbelakangi temuan maraknya balap liar, geng motor, perundungan, hingga paparan konten pornografi dan kekerasan yang berawal dari komunikasi digital. Pemkot Surabaya bahkan menggandeng Densus 88 untuk memantau potensi radikalisme yang menyasar anak melalui dunia maya.

Pemkot memastikan pendekatan kebijakan ini bersifat edukatif, tanpa sanksi represif. Program pendukung seperti Sekolah Orang Tua Hebat, Kelas Remaja, hingga penguatan Kampung Pancasila disiapkan untuk membangun kesadaran kolektif.

Baca juga: Surabaya Perkuat Damkar, Robot dan Mobil Hazmat Jadi Garda Depan

“Handphone tidak bisa menggantikan peran orang tua. Anak-anak adalah aset masa depan Surabaya,” tegas Eri.

Dengan kebijakan ini, Surabaya menargetkan lahirnya generasi yang berkarakter kuat, berlandaskan nilai Pancasila, dan cakap memanfaatkan teknologi secara bijak.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru