Masjid Nurul Hayat DLH Jatim, Ikon Ibadah dan Lingkungan Hidup yang Siap Diresmikan Gubernur Khofifah

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Sebuah ruang ibadah yang memadukan nilai spiritual, estetika modern, dan semangat kepedulian lingkungan kini berdiri megah di sisi selatan kompleks Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Jalan Wisata Menanggal, Surabaya. Masjid Nurul Hayat, yang dibangun selama sembilan bulan sembilan hari, dijadwalkan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin (29/12) malam.

Hadirnya Masjid Nurul Hayat menandai komitmen DLH Jawa Timur dalam menghadirkan fasilitas ibadah yang representatif sekaligus menjadi pusat penguatan nilai moral dan spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang berkunjung. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 225 meter persegi, serta mampu menampung hingga 300 jemaah.

Baca juga: Lima SLB Swasta Resmi Menjadi Negeri, Jatim Perkuat Akses Pendidikan Inklusif

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Nurul Hayat bukan sekadar penyediaan sarana ibadah, melainkan juga upaya menghadirkan ruang yang membawa ketenangan, kenyamanan, dan keberkahan di lingkungan kerja pemerintahan.

“Masjid Nurul Hayat kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi ASN dan para pengunjung DLH Jawa Timur, sekaligus menjadi sumber keberkahan serta penguat nilai-nilai keimanan dalam menjalankan tugas menjaga lingkungan,” ujar Nurkholis.

Menariknya, Nurkholis juga berperan langsung sebagai arsitek dalam perancangan masjid ini. Sentuhan personal tersebut tercermin dalam konsep desain yang modern namun tetap kental dengan nuansa Islami, sekaligus selaras dengan karakter institusi yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

Dari sisi eksterior, Masjid Nurul Hayat tampil menawan dengan kubah utama berwarna hijau toska yang mencolok, dihiasi tekstur geometris menyerupai sisik atau ubin. Di puncak kubah, ornamen berwarna emas memberi aksen elegan sekaligus simbol kemuliaan. Sebuah menara ramping berdiri anggun di sisi bangunan, dengan warna senada dan sentuhan ornamen kaligrafi serta pola bintang segi delapan yang mempertegas identitas Islami.

Fasad masjid dilapisi panel marmer abu-abu gelap dengan urat putih alami, menciptakan kesan kokoh, bersih, dan modern. Ornamen panel dekoratif putih bermotif geometris melingkar hasil teknik laser cutting turut memperindah tampilan luar bangunan, memadukan unsur seni kontemporer dengan filosofi Islam. Area pintu masuk yang menggunakan kaca transparan berbingkai putih memberi kesan terbuka, terang, dan menyambut siapa pun yang datang.

Baca juga: Khofifah Tekankan Sinergi Ulama–Umara di Musda XI MUI Jatim

Memasuki bagian dalam, suasana khusyuk langsung terasa. Area mihrab menjadi titik fokus utama dengan latar belakang marmer hitam atau abu-abu gelap yang mengilap. Di tengahnya terpampang kaligrafi lafadz “Allah” yang dikelilingi ornamen melingkar berwarna hijau muda, menciptakan kesan agung sekaligus menenangkan. Di sisi kanan dan kiri mihrab, terpasang kaligrafi “Allah” dan “Muhammad” berbentuk timbul (3D) yang dibingkai pola Rub el Hizb atau bintang segi delapan, memperkaya nilai estetika ruang ibadah.

Pencahayaan menjadi salah satu elemen yang memperkuat kesan sakral dan mewah. Sebuah lampu gantung besar berbentuk lingkaran berwarna emas menghiasi bagian tengah ruang utama. Cahaya hangat dari bohlam-bohlamnya berpadu harmonis dengan sinar alami yang masuk melalui jendela-jendela kecil di bawah kubah, menciptakan atmosfer tenang dan nyaman bagi jemaah.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru di Jatim Tanpa Mewah-mewah, Khofifah Ajak Warga Fokus Berdoa

Pada bagian lantai, area luar masjid menggunakan paving block bermotif catur yang rapi dan fungsional. Sementara di dalam, karpet hijau tua yang tebal dan bersih membentang, memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah saat beribadah.

Dengan desain arsitektur yang elegan, kapasitas yang memadai, serta filosofi pembangunan yang mengedepankan keberlanjutan dan keberkahan, Masjid Nurul Hayat diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat salat. Masjid ini diharapkan tumbuh sebagai pusat spiritual, refleksi, dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Peresmian oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi penanda bahwa Masjid Nurul Hayat siap difungsikan dan dihidupkan sebagai bagian penting dari denyut aktivitas pemerintahan yang selaras antara iman, pelayanan publik, dan kepedulian terhadap lingkungan.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru