MERAHPUTIH I GRESIK — Komitmen memakmurkan masjid tak selalu lahir dari mimbar ke mimbar. Ia tumbuh dari konsistensi gagasan, keberpihakan kebijakan, hingga kerja nyata yang berkelanjutan. Atas dasar itulah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik menganugerahkan penghargaan “Senator Peduli Masjid” kepada Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, dalam rangkaian DMI Award 2026 yang digelar di Masjid Agung Gresik, Minggu (4/1/2026).
Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan atas peran aktif Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama alam memperkuat fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral, pendidikan karakter, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
Baca juga: Ning Lia Raih DMI Award 2026, Dorong Masjid Inklusif dan Berdaya di Era Digital
Ketua DMI Kabupaten Gresik, Zainal Abidin, menegaskan bahwa penganugerahan ini diberikan berdasarkan rekam jejak dan kontribusi nyata. Menurutnya, Lia Istifhama dinilai konsisten mendorong masjid agar lebih inklusif, ramah anak, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Penghargaan ini kami berikan karena Ning Lia sangat responsif dan konkret dalam membantu masjid, terutama dalam mendorong terwujudnya masjid ramah anak. Beliau tidak hanya berbicara konsep, tetapi juga hadir dengan solusi,” ujar Zainal.
Dalam sambutannya, Lia Istifhama menekankan bahwa keberlangsungan masjid harus dijaga agar tetap relevan lintas generasi. Ia menyoroti pentingnya memastikan anak-anak dan generasi muda memiliki ruang ibadah yang nyaman sekaligus menjadi tempat pembinaan akhlak dan nilai kebangsaan.
“Masjid harus selalu hadir dan makmur. Di mana pun anak-anak berada, mereka tidak boleh kekurangan tempat beribadah dan pembinaan moral,” kata senator asal Jawa Timur yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu.
Lebih jauh, Ning Lia menggarisbawahi bahwa pemakmuran masjid tidak bisa dilepaskan dari tata kelola keuangan yang sehat dan produktif. Menurutnya, masjid perlu dikelola secara profesional agar mampu menjadi pusat kegiatan umat yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: Lia Istifhama Apresiasi Inovasi Homecare Digital RSUD Karsa Husada Batu
Ia mendorong pengurus masjid untuk mulai memikirkan pengembangan usaha halal, penguatan sumber pendanaan, serta optimalisasi potensi ekonomi jamaah. “Bersedekah dan memakmurkan masjid harus dipahami sebagai kebutuhan primer, bukan sekadar kebutuhan tersier,” ujar putri KH Maskur Hasyim tersebut.
Di tengah perubahan sosial yang cepat, Lia Istifhama juga menekankan urgensi evaluasi berkelanjutan agar masjid mampu menjangkau generasi digital. Ia mengajak takmir masjid untuk beradaptasi dengan teknologi, memanfaatkan media sosial, serta menghadirkan konten kreatif yang edukatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Masjid harus masuk ke dunia mereka, tanpa kehilangan nilai,” tutur Lia, yang juga dikenal sebagai wakil rakyat terpopuler dan terbaik se-Kabupaten Gresik.
Menutup sambutannya, politisi muda nasional ini menyampaikan refleksi tentang makna financial freedom dalam perspektif spiritual. Baginya, kontribusi sekecil apa pun untuk masjid adalah bentuk investasi terbaik—berdampak sosial di dunia sekaligus bernilai ibadah di akhirat.
Baca juga: DMI Jatim Gelar Masjid Award 2025: Dorong Masjid Kembangkan Fungsi Sosial hingga Pendidikan
“Semoga apa yang kita sisihkan menjadi jalan keberkahan dan keselamatan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, DMI Kabupaten Gresik juga memberikan penganugerahan kepada sejumlah masjid dan musala berprestasi. Untuk kategori masjid tingkat perkantoran dan perkampungan diraih Masjid Perum Omah Indah Menganti. Sementara kategori masjid jami diraih Masjid Khoirul Ngepung Kadamean, dan Musala As Salam Ngargosari Kebomas berhasil meraih juara pertama tingkat musala se-Kabupaten Gresik.
Penganugerahan ini menjadi pengingat bahwa masjid yang makmur bukan hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari sejauh mana ia mampu menjadi pusat kehidupan umat, hidup, relevan, dan membumi di tengah masyarakat.(dpr)
Editor : Redaksi