MERAH PUTIH|SURABAYA - Jawa Timur kembali menyumbang penambahan kasus positif Covid-19. Yaitu 233 kasus. Lebih tinggi dari DKI 115 kasus, Sulawesi Selatan 59 kasus, Papua 57 kasus, Jawa Tengah 54 kasus, dan Jawa Barat 43 kasus.
Awalnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemudik dari daerah episentrum Covid-19 berpotensi menjadi orang tanpa gejala. “Potensial menyebarkan dan menularkan siapa saja yang akan ditemui,” ujar Khofifah dalam tayangan video di akun Youtube BNPB.
Baca juga: Solidaritas Jatim untuk Aceh: Khofifah Tinjau Pengungsian Pidie Jaya
Khofifah mengatakan, jumlah OTG yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur selalu meningkat. Dari catatan yang dimilikinya, OTG di Jawa Timur semula hanya 21 persen, kemudian naik menjadi 26 persen. Dalam dua hari belakangan, angkanya mencapai 34 persen.
Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan dirinya prihatin masih tingginya jumlah pasien Covid-19 di Jatim. Bahkan, selama dua hari berturut-turut tertinggi se-Indonesia.
Menurut wanita asal PKB ini, berbagai cara sudah dilakukan pemerintah untuk menurunkan jumlah pasien tersebut. Selain menggelontor bantuan sembako hingga diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya dan Surabaya Raya.
Baca juga: DMI Jatim Gelar Masjid Award 2025: Dorong Masjid Kembangkan Fungsi Sosial hingga Pendidikan
Selain itu, lanjut Hikmah saat ini yang utama persoalannya adalah adalah pengabaian masyarakat yang masih sangat tinggi. “Di beberapa pusat konsentrasi massa, seperti pasar, lebih banyak yang tidak pakai masker sama sekali, atau menggunakan dengan tidak benar,” ujarnya di Surabaya, Senin (26/5/2020).
Kedua, menurut mantan Ketua Fatayat NU Jatim ini, pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) melalui sejumlah kantor pos berdasarkan pemantauannya di beberapa tempat masih tidak menerapkan protokol Covid-19.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Sholat Ghaib untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
”Memang di dalam sudah, tapi kerumunan tanpa jarak tetap terjadi di luar gedung dan ini kurang diantisipasi dengan baik. Harusnya durasi hari pembagian diperpanjang, hingga sedikit konsentrasi massa sampai tingkat sedikit terjadi,” imbuhnya.
Ketiga, sambung Hikmah kekhawatiran soal ledakan karena pulang kampung.” Dari laporan satuan tugas (Satgas) Covid-19 diketahui sampai saat ini sudah terlapor 27 persen positif orang tanpa gejala (OTG). "Hal ini jelas mengkhawatirkan sekali,”pungkasnya.(ton/ayn)
Editor : Ayun Rahmawati