MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya menuntaskan pembangunan Lapangan Karanggayam di kawasan Tambaksari. Fasilitas yang berdampingan dengan Gelora 10 Nopember (G10N) itu disiapkan sebagai episentrum pembinaan sepak bola usia dini hingga remaja, sekaligus simbol baru kebangkitan ekosistem sepak bola Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan rampungnya lapangan tersebut saat meninjau langsung lokasi pada Kamis (15/1/2025). Ia menyebut, perubahan kawasan Karanggayam sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang tidak terawat.
Baca juga: Puluhan Jagal Daging Kembali Kepung DPRD Surabaya, Tolak Relokasi RPH Pegirian
“Alhamdulillah, Lapangan Karanggayam yang dulu seperti hutan kini sudah berubah total. Pembangunan lapangan selesai, tinggal melanjutkan pembangunan mess serta fasilitas pendukung seperti ruang ganti dan toilet,” ujar Eri di sela peninjauan.
Lebih dari sekadar sarana olahraga, kompleks Wisma Karanggayam diproyeksikan menjadi pusat pembinaan berkelanjutan bagi talenta muda Surabaya. Eri menegaskan, kawasan ini akan menjadi rumah lahirnya calon pesepak bola masa depan yang dibina secara sistematis dan berjenjang.
“Mess Karanggayam ini akan menjadi tempat pembinaan arek-arek Surabaya. Bukan lagi tempat yang terbengkalai, tetapi pusat lahirnya mimpi dan prestasi,” katanya.
Skema pembinaan akan menyasar siswa berprestasi dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK yang disaring melalui berbagai kompetisi resmi Pemkot Surabaya. Para pemain terpilih nantinya akan dikumpulkan di Karanggayam untuk mengikuti coaching clinic bersama Persebaya Surabaya.
“Anak-anak terbaik dari pertandingan yang kita gelar akan dikumpulkan di sini dan mendapatkan pembinaan langsung dari pemain Persebaya,” ujar Eri.
Ia menambahkan, pembinaan dirancang tidak berhenti pada level kompetisi kampung. Talenta yang menonjol akan naik ke jenjang berikutnya melalui seleksi antar-kampung hingga akhirnya masuk mess Karanggayam untuk mendapatkan pelatihan intensif.
“Dari liga kampung, naik antar-kampung, lalu yang lolos masuk mess dan mendapat coaching clinic Persebaya selama satu hingga dua minggu. Jadi tidak terputus,” tegasnya.
Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Persebaya menjadi fondasi utama konsep tersebut. Menurut Eri, kedekatan emosional antara klub, kota, dan suporternya akan membangun motivasi kuat bagi pemain muda untuk bermimpi lebih tinggi.
“Anak-anak akan punya obsesi, punya mimpi. Kalau main bagus, bisa masuk Persebaya. Karena Persebaya dan Surabaya tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.
Baca juga: Perkuat Keselamatan Kerja, Wali Kota Eri Cahyadi Sabet Penghargaan Platinum
Tak hanya aspek teknik, Wisma Karanggayam juga akan dilengkapi fasilitas latihan fisik untuk pembentukan tubuh atlet. Pemkot bahkan menyiapkan tribun penonton portable agar masyarakat dapat menyaksikan sesi latihan tanpa mengganggu fungsi utama lapangan.
“Tersedia tribun portable, bisa dipasang dan dilepas. Jadi latihan tetap nyaman dan bisa disaksikan,” katanya.
Untuk fasilitas pendukung seperti mess, ruang ganti, dan bangunan tambahan, Eri menargetkan rampung pada Mei atau Juni 2026. Waktu tersebut diharapkan bertepatan dengan peringatan hari jadi Persebaya.
“Insyaallah pada ulang tahun Persebaya, semua sudah selesai. Termasuk museum yang ada di kawasan GBT,” jelasnya.
Lebih jauh, Wisma Karanggayam akan dikembangkan sebagai ikon sepak bola Surabaya yang menyatu dengan sejarah Persebaya dan Bonek. Eri bahkan berencana melibatkan suporter dalam peresmian kawasan tersebut.
Baca juga: Jagal dan Pedagang Daging Sapi Kepung Balai Kota, Surabaya Terancam Krisis Daging
“Saya berharap nanti yang meresmikan juga teman-teman Bonek. Ini milik Bonek, kebanggaan Bonek,” ungkapnya.
Di kawasan wisma, Pemkot juga akan menghadirkan ruang dokumentasi sejarah perjalanan Persebaya dan Bonek, dari masa awal hingga kini, lengkap dengan kisah jatuh bangun yang menyertainya.
“Bukan hanya sejarah juara, tapi juga sejarah kesetiaan Bonek dari awal sampai hari ini,” kata Eri.
Dengan konsep tersebut, Lapangan dan Wisma Karanggayam tak hanya difungsikan sebagai pusat pembibitan pemain muda, tetapi juga penggerak ekonomi warga sekitar. Aktivitas sepak bola diharapkan menciptakan dampak ganda bagi lingkungan sekitarnya.
“Fokusnya pembinaan dan pembibitan talenta muda Surabaya, sekaligus menggerakkan ekonomi dari sepak bola,” pungkas Eri.(sub)
Editor : Redaksi